Pasar Kita, Membangun Kemandirian Ekonomi Perempuan Jember

Editor: Mahadeva WS

317

JEMBER – Komunitas ekonomi perempuan Pasar Kita, komitmen membangun kekuatan perekonomian perempuan di Jember. Dengan kemandirian ekonomi yang dibangun, diharapkan perempuan memiliki kekuatan untuk memajukan diri dan terbebas dari cengkeraman kekerasan.

Komunitas Pasar Kita, menggerakan ekonomi kerakyatan berbasis perempuan, dengan aktivitas jual beli aneka kebutuhan, mulai kuliner, aneka sayur, buah, konveksi, peralatan dapur. Praktik jual beli dilakukan dengan membuat grup komunikasi WhatsApp (WA) PASAR KITA.

Pendiri dan owner Pasar Kita Sri Sulistiyani. Foto: Kusbandono.

Pendiri dan owner Pasar Kita, Sri Sulistiyani menyebut, komunitas Pasar Kita mempunyai 2.000 anggota. Mereka tersebar di 20 kecamatan yang ada di Jember. Kegiatan yang dilakukan mengusung jargon, anti hutang dan pro menabung, dan menjadikan perempuan lebih mandiri dan kuat.

“Kami tidak mengukur keaktifan anggota, keaktifan pasar. Karena pasar online, jumlah anggota yg aktif. Kami ngukurnya kalau tiap hari banyak yang posting dagangan, terjadi komunikasi niaga,  itu artinya pasar aktif,” Kata Sulis sapaan akrab Sri Sulistiyani kepada Cendana News, Selasa (9/10/2018).

Pasar Kita dikelola 20 orang pengurus, menjadi wadah pendampingan bagi UMKM yang berbasis perempuan, sekaligus sebagai wadah advokasi bagi perempuan korban KDRT. “Yang sering ketemuan ya para relawan pengelola ini. Rapat untuk mempersiapkan kegiatan, mengatur grup. Transaksi tiap anggota pasar kita tidak dapat kami pantau, karena ini kan hanya grup whatsapp yang langsung COD bayar di tempat, bukan aplikasi marketplace seperti buka lapak atau toko pedia yang menggunakan satu rekening bersama yang bisa dipantau akumulasi transaksi,” jelasnya.

Agar berkembang, pengelolaan Pasar Kita butuh inovasi secara terus menerus. Sementara terkadang, inovasi terhalang biaya. “Kami hanya bekerjasama dengan lembaga/organisasi segaris. Misal Anti poligami, anti MLM, anti toko berjaringan, anti radikalisme. Pokoknya kerjasama dengan ekonomi mendukung ekonomi rakyat ekonomi perempuan,” tegasnya.

Dalam upaya memperkuat pondasi ekonomi kerakyatan berbasis perempuan, Pasar Kita tidak pro hutang, tapi pro menabung. Sehingga mampu melepas dari ketergantungan perempuan kepada pihak lain, terutama jeratan pemburu rente. “Kami berjualan mulai dari kecil dulu, dengan modal seadanya, dijalani nanti kan makin besar. Tidak perlu pinjaman modal. Untuk memperkuat kekompakan kami adakan bazar keliling antar kecamatan. Sedangkan inovasinya terdapat pembelajaran digital marketing,” tambahnya.

Ketika perempuan mandiri ekonomi, Dia akan bisa lebih mandiri dalam mengambil keputusan. Berani menolak jika terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Ketika perempuan merasa punya teman yang mendukung, maka Dia akan merasa lebih percaya diri. Di saat perempuan tahu ada LBH Jentera perempuan, maka mereka bisa konsultasi jika menghadapi masalah. “Saat ini LBH Jentera perempuan nangani berbagai kasus mulai KDRT, perkosaan, dan perceraian. Secara ekonomi ada beberapa anggota yang curhat bisa mendapatkan penghasilan yg lebih baik setelah ikut Pasar Kita,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...