Pasca-Gempa, Dispar NTB Optimis Kunjungan Wisatawan Normal

Editor: Satmoko Budi Santoso

189

MATARAM  – Bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah NTB beberapa waktu lalu tidak saja menelan korban jiwa dan materiil, tapi juga berdampak cukup besar terhadap pariwisata NTB, terutama kunjungan wisatawan yang sempat anjlok.

“Meski demikian, pasca-proses pemulihan, Pemprov NTB Optimis, kunjungan dan aktivitas pariwisata bisa berlangsung normal kembali,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, Lalu Mohammad Faozal, Selasa (2/10/2018).

Selain proses pemulihan secara fisik, berbagai even wisata dan kebudayaan juga siap dilaksanakan, guna menarik minat kunjungan wisatawan datang ke NTB.

Setelah sukses melaksanakan even Festival Moyo Tambora beberapa waktu lalu, Pemda NTB juga akan melaksanakan lomba lari marathon Mandalika pada November 2018.

“Lombanya berskala internasional yang melibatkan banyak atlet lari, dalam maupun luar negeri. Itu juga bagian dari upaya menggairahkan kembali pariwisata NTB yang sempat lesu akibat gempa,” katanya.

Dijelaskan, yang dihantam gempa pada sektor pariwisata pada dasarnya meliputi tiga A, antara lain amenitas, atraksi dan aksesibilitas. Untuk atraksi yang tersisa dan belum selesai secara nasional adalah Rinjani, karena Dispar sedang membahas detail dengan pihak pengelola TNGR. Terkait juga dengan mitigasi bencana, kerusakan, tracking maupun fasilitas pendukung. Kalau yang lain sudah normal, misalnya Gili Trawangan, aksesibilitas sudah terbangun, wisatawan sudah banyak masuk.

“Meski harus diakui, sekitar 10 sampai 20 persen di Trawangan yang terdampak, butuh proses pemulihan. Asumsinya 10 persen kerusakan akan bisa segera selesai dalam proses pemulihan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik NTB, Suntono menjelaskan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada bulan Agustus 2018 mengalami penurunan dibandingkan bulan Juni 2018.

TPK bulan Agustus 2018 hanya sebesar 28,18 persen, sedangkan TPK hotel bintang bulan Juni 2018 mencapai sebesar 46,56 persen, ini berarti mengalami penurunan sebesar 18,36 poin.

“Terjadi penurunan TPK cukup drastis selama bulan Agustus, penurunan tersebut salah satunya bisa jadi disebabkan akibat bencana gempa bumi,” kata Suntono.

Sementara, rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan Agustus 2018 tercatat 2,64 hari. Ini mengalami penurunan sebesar 0,63 hari dibandingkan dengan RLM bulan Juni 2018 sebesar 2,01 hari.

Sedangkan untuk jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada bulan Agustus 2018 hanya tercatat 36.831 orang yang terdiri dari 27.511 orang tamu dalam negeri atau 74,69 persen dan 9.321 orang tamu luar negeri atau 25,31 persen.

Baca Juga
Lihat juga...