Pedagang di Sukoharjo Galang Dana untuk Palu dan Donggala

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

254

SOLO — Pedagang pasar tradisional di Sukoharjo kompak menggalang dana bantuan sosial korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Penggalangan tersebut dilakukan secara masif selama tiga hari kepada pedagang yang tersebar di wilayah tersebut.

Salah satu pedagang Pasar Ir Soekarno Sukoharjo, Warsiyem mengatakan, ini merupakan aksi simpati untuk korban. Pasalnya, hingga saat ini masih banyak yang membutuhkan, baik makanan, air minum, pakaian maupun tenda untuk berteduh.

“Ini spontanitas dari pedagang kemudian didukung oleh lurah pasar. Alhamdulillah hampir semua pedagang ikut mendukung aksi sosial ini dengan turut serta menyisihkan uang mereka,” kata Warsiyem salah satu pedagang, Selasa (02/10/2018).

Hampir setengah hari keliling, pedagang mampu mengumpulkan dana hingga Rp 3,5 juta. Hasil ini rencananya akan dikumpulkan di Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disdagkop) Sukoharjo untuk digabung dengan hasil penggalangan di pasar lain.

“Selain uang tunai, ada pedagang yang memberikan bantuan berupa pakaian, dan selimut. Ini wujud kepedulian kepada saudara yang tengah dirundung musibah di Palu dan Gonggala,” tambah Tri Sukrisno selaku Lurah Pasar Ir Soekarno.

Aksi penggalangan dana oleh Himpunan Pedagang Pasar di Sukoharjo untuk korban benacana di Palu dan Donggala. Foto: Harun Alrosid

Pedagang pasar tradisional di Sukoharjo berharap seluruh korban bencana dapat bersabar mengadapi cobaan. Banyaknya korban jiwa meninggal dunia hingga 1200 orang lebih menjadi keprihatinan bersama.

Pedagang yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar (HPP) juga mendorong korban yang selamat untuk bangkit dan mengawali hari yang baru.

“Kita doakan yang terbaik, masyarakat berharapan korban terdampak bencana dapat bangkit kembali dan merajut hidup baru,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disdagkop Sukoharjo Sutarmo menambahkan, selain pasar Ir Soekarno, sejumlah pedagang pasar tradisonal lain juga menggelar penggalangan dana serupa. Di antaranya Pasar Nguter, Pasar Bekonang, dan Pasar Gawok.

“Patut diapresiasi karena merupakan kepedulian yang tulus sebagai bentuk keprihatinan dan mendorong agar saudara-saudara kita di Palu dan Donggala sabar atas cobaan ini,” imbuh Sutarmo sembari menambahkan bantuan akan disalurkan melalui BPBD Sukoharjo.

Baca Juga
Lihat juga...