Pedagang Pasar Alok Protes Kebijakan Bupati Sikka

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

181

MAUMERE — Peresmian Pasar Pagi Terbatas menggunakan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Maumere oleh bupati Sikka yang baru seminggu lebih menjabat, Roberto Diogo Idong mendapat kecaman keras dari pedagang pasar Alok Maumere.

Pemerintah kabupaten Sikka disebut secara sengaja, tahu dan mau mematikan usaha para pedagang di Pasar Alok yang sudah sepi dan akan semakin sepi akibat adanya kebijakan tersebut.

Kepala dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran kabupaten Sikka Yosef Benyamin, SH. Foto : Ebed de Rosary

“Kami heran kenapa bupati mengambil kebijakan ini sebab sebelumnya saja saat pedagang sayur, ikan dan semua barang dagangan berjualan di TPI Maumere membuat pasar Alok sepi,” ungkap Ismail salah seorang pedagang pasar Alok, Rabu (3/10/2018).

Ismail menyebutkan, saat bupati sebelumnya pun pihaknya sudah meminta agar pedagang di TPI Alok ditertibkan sehingga pedagang di tempat ini selalu ditertibkan meski selalu saja ada yang berjualan secara sembunyi-sembunyi.

“Tapi kalau sekarang dibebaskan orang berjualan di TPI maka tentunya akan membuat pasar Alok dan pasar Bertingkat Maumere akan sepi. Seminggu ini saja sejak ada kebijakan ini pasar Alok sepi sekali bahkan lebih sepi dibandingkan dahulu,” ungkapnya.

Dalam pertemuan dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sikka, Drs. Lukman, M.Si, dan Kepala Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Yosef Benyamin, S.H, Rabu (3/10/2018) di kantor Badan Pengelola Pasar Alok pun pedagang mempertanyakan kebijakan yang merugikan pedagang ini.

“TPI tempat nelayan dan penjual ikan, bukan untuk pakaian bekas atau penjual sayuran. Kebijakan ini membuat kami para pedagang di pasar Alok bisa bangkrut,” sesalnya.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Yosef Benyamin mengatakan, pasar pagi terbatas di TPI Alok ditetapkan dengan SK Bupati Sikka.

“Memang dengan adanya penetapan ini oleh bupati Sikka akan menuai protes pedagang, sebab beberapa tahun lalu tidak dibolehkan pedagang menjual dagangan lain selain ikan,” terangnya.

Pasar pagi terbatas ini, kata Benyamin, hanya sampai pukul 08.30 WITA dan ditutup dan langkah ini diambil pemerintah untuk menertibkan pedagang yang selama ini berjualan di jalan.

Baca Juga
Lihat juga...