Pelabuhan Lewoleba Naik Status Jadi Kelas Tiga

Editor: Satmoko Budi Santoso

568

LARANTUKA – Pelabuhan Lewoleba kabupaten Lembata naik status dari Wilayah Kerja (Wilker) menjadi kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas III Lewoleba dan pelabuhan Larantuka dari UPP kelas Tiga menjadi kelas Dua.

“Semenjak tanggal 9 Agustus 2018 sudah ada keputusan dari Menteri Perhubungan RI sehingga sudah berdiri sendiri dan nanti memiliki kepala kantor sendiri,” sebut kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Larantuka, Simon Baon, Selasa (9/10/2018).

Kantor UPP Larantuka, kata Simon, sudah mendongkrak satu Wilker menjadi kantor UPP sehingga kantornya juga naik kelas menjadi kelas 2. Nantinya akan ada penambahan karyawan.

Kepala Kantor UPP Larantuka Simon Baon – Foto Ebed de Rosary

“Saya merasa puas sebab setelah saya menjabat setahun bisa memperjuangkan agar pelabuhan Lewoleba bisa mandiri dan menjadi kantor UPP sendiri. Saya harus berjuang mempresentasikannya di kementerian,” ungkapnya.

Kemungkinan, sebut Simon, hanya dua usulan dari tiga usulan peningkatan status pelabuhan di NTT yang disetujui kementerian Perhubungan RI. Satunya pelabuhan Wini di Timor Tengah Utara.

“Untuk pelabuhan Wuring di kabupaten Sikka kemungkinan tidak bisa naik status, sebab jaraknya terlalu dekat dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Laurens Say, Maumere,” terangnya.

Pelabuhan Larantuka, beber Simon, merupakan bandar teramai di NTT dan membawahi 16 Wilker termasuk pelabuhan Wuring serta Palue di kabupaten Sikka maupun dua pelabuhan lain di kabupaten Lembata. Tapi sekarang tersisa 14 Wilker.

“Seharusnya, pelabuhan Larantuka berstatus kelas satu. Sebab pelabuhannya ramai sekali dan mempunyai banyak Wilker. Pelabuhan ini juga beroperasi setiap hari dari pagi hingga malam hari,” paparnya.

Dengan naiknya status pelabuhan Lewoleba dan Larantuka, tegas Simon, maka secara otomatis akan meningkatkan perekonomian wilayah karena akan banyak penambahan fasilitas maupun kapal-kapal yang akan bersandar.

“Saya bersyukur bisa memperjuangkan kenaikan status pelabuhan Lewoleba dan Larantuka dan ini menjadi kepuasan bagi saya yang juga putera dari Lembata sendiri,” sebutnya.

Yohanes Kia Nunang, warga Lewoleba yang ditanya, meminta agar penataan pelabuhan Lewoleba harus terus dilakukan. Termasuk jalan-jalan di dalam areal pelabuhan yang masih merupakan jalan tanah.

“Pelabuhannya sudah bagus, namun perlu ditata. Beberapa sisi pelabuhan khususnya di bagian timur masih berdebu. Pelabuhan kayu di sisi timur juga sudah miring dan merusak pemandangan sehingga perlu diperbaiki atau dibongkar,” harapnya.

Yohanes mengapresiasi langkah pihak UPP Larantuka sehingga bisa berjuang meningkatkan status pelabuhan Lewoleba dan mempunyai kantor UPP sendiri. Tentunya akan menyerap tenaga kerja.

“Sebaiknya dalam merekrut karyawan di kantor ini, putera daerah juga harus diutamakan sehingga ada rasa memiliki dan bekerja dengan sungguh-sungguh mengelola pelabuhan untuk kemajuan daerah,” tuturnya.

Baca Juga
Lihat juga...