Pembunuhan Perempuan Palestina Oleh Pemukim Yahudi Dikecam Abbas

125
Ilustrasi wilayah Gaza/ Foto: Dokumentasi CDN

RAMALLAH – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan, pembunuhan seorang perempuan Palestina oleh pemukim Yahudi di Kota Nablus, bagian utara Tepi Barat Sungai Jordan, adalah kejahatan yang mengerikan.

Kantor berita negara Palestina, WAFA, melaporkan Abbas berbicara dengan ayah perempuan yang menjadi korban, A’aesha Ar-Rabi (45), yang meninggal akibat luka-luka di kepala karena dilempari batu oleh pemukim Yahudi.

Menurut laporan tersebut, Abbas mengatakan kepada keluarga itu, bahwa kejahatan ini dilakukan oleh pemukim yang dilindungi oleh negara pendudukan, dan itu tak boleh berlalu tanpa hukuman. Ditekankan Presiden Palestina, rakyat Palestina akan mempertahankan tanah mereka, apapun pengorbanannya. “Kejahatan semacam itu takkan pernah membuat lemah rakyat kita untuk melanjutkan usaha bagi kebebasan dan kemerdekaan,” tegas Mahmoud Abbas, Minggu (14/10/2018).

Pada Sabtu (13/10/2018) pagi, ribuan orang Palestina, yang marah, memakamkan jenazah A’aesha Ar-Rabi, di desa Bedia di bagian utara Tepi Barat. Jenazah perempuan Palestina tersebut, dibungkus dengan bendera Palestina, dan dipanggul oleh orang yang berduka sebelum dimakamkan.

A’aesha Ar-Rabi terkena batu di kepalanya, saat ia melakukan perjalanan bersama suaminya di dekat pos pemeriksaan militer Israel di Za’atara, dekat Nablus. Suaminya, yang mengemudikan mobil mengatakan, Dia harus menepi setelah serangan itu, menimbulkan luka di kepala istrinya. “A’aesha Ar-Rabi dibawa ke rumah sakit, tapi ia meninggal saat tiba di sana,” kata petugas medis.

Jenazahnya disemayamkan di kota kelahirannya, Bedia, di dekat Salfit di tengah kesedihan. Otopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematiannya setelah serangan oleh pemukim Yahudi. A’aesha Ar-Rabi adalah ibu delapan anak, salah satu di antara mereka sedang bersiap untuk menikah dalam waktu dua pekan.

Militer Israel mengatakan, di dalam satu pernyataan bahwa, militer sedang menyelidiki peristiwa tersebut. Rakyat Palestina telah berulangkali memperingatkan mengenai serangan pemukim Yahudi terhadap lahan, rumah, harta dan rakyat mereka.

Peristiwa semacam itu telah meningkat tajam selama musim panen zaitun. Sementara itu, seorang pejabat Palestina menyeru kepada masyarakat internasional, agar menjadikan Israel bertanggung-jawab atas kejahatannya terhadap umat manusia di wilayah Palestina.

Hanan Ashrawi, anggota Komite Pelaksana Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengutuk serangkaian kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel dan pemukim ekstremis Yahudi terhadap rakyat Palestina. Warga Palestina disebutnya, dalam kondisi tidak berdaya, atas pelanggaran jelas dan sengaja atas semua hukum kemanusiaan dan internasional.

Ashrawi mengatakan, peningkatan penghukuman mati di lapangan dan pembunuhan sengaja, serta aksi terorisme yang berlanjut, dan dilakukan oleh pemukim ekstremis Yahudi, mencerminkan ketidak-pedulian nyata pemerintah Israel terhadap ekstremisme, terhadap dunia dan badan internasional serta lembaganya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...