Pemda Flotim Format Ulang Lomba Seni Budaya Menjadi Festival

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

219

LARANTUKA — Nubun Tawa Festival Seni dan Budaya Flores Timur 2018 “Pai Taan Tou!” hadir dengan format baru, penyegaran dan pengembangan, dari Festival Seni-Budaya Flores Timur (Flotim) yang sudah berlangsung sejak 2014. 

“Di tahun ini, berdasar pertumbuhan dan evaluasi penyelenggaraan festival dari tahun ke tahun, Pemda Flotim melalui dinas Pariwisata dan Kebudayaan, bersama Teater Garasi, komunitas masyarakat Lewolema dan komunitas seni di Flotim merancang bentuk baru Festival Seni dan Budaya Flores Timur,” sebut Venti Wijayanti, panitia festival, Jumat (5/10/2018).

Antonius Gege Hadjon, bupati kabupaten Flores Timur : Ebed de Rosary

Festival yang semula adalah ajang lomba seni budaya antar kecamatan, kata Venti, didesain ulang menjadi sebuah festival yang memiliki dampak dan manfaat yang lebih luas, yakni menjadi wahana memperkenalkan potensi alam, budaya dan potensi lainnya yang dimiliki Flotim.

“Perubahan format ini kembali menegaskan bahwa Festival Seni Budaya Flores Timur adalah peristiwa budaya, sebuah pesta rakyat, sebuah festival berbasis masyarakat yang mampu mengakomodir potensi desa sebagai lokus hidup masyarakat,” ungkapnya.

Tahun ini Festival Seni Budaya Flores Timur diadakan di kecamatan Lewolema dengan nama Nubun Tawa yang lahir dari kesadaran akan pentingnya menghidupkan dan menjaga budaya yang menjadi perekat keberagaman yang ada di bumi Lamaholot Flores Timur.

“Lewolema dipilih sebagai lokus pertama festival karena merupakan salah satu pusat kebudayaan Lamaholot di masa lalu dan terutama karena represivitas, pelarangan dan pemberangusan kebudayaan di tahun 1970-an yang mengakibatkan masyarakat kehilangan kepercayaan dalam membangun dan merawat daya hidup serta identitas kolektif kulturalnya,” terangnya.

Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon saat konferensi pers menyebutkan, festival Nubun Tawa yang bermakna lahir atau tumbuhnya generasi muda merupakan spirit sekaligus dukungan terhadap generasi muda.

“Generasi muda diharapkan percaya diri serta memiliki keberanian memungut kembali kepingan-kepingan kebudayaan yang dibiarkan mati selama hampir setengah abad. Festival ini diharapkan menjadi gerakan bersama memajukan diri dan masyarakat, membangun daya hidup, spirit bekerja dan berkarya,” sebutnya.

Dengan festival ini generasi muda, kata Anton sapaannya, juga diharapkan meluaskan dan memperhebat pergaulan lintas-budaya dalam ketergantungan produktif. Untuk saling menjaga dan merawat kualitas hidup di tengah banalitas ekspresi, kekerasan dan konsumtivisme.

“Nubun Tawa Festival Seni dan Budaya Flores Timur 2018 ‘Pai Taan Tou!’ berlangsung dari tanggal 5 hingga 7 Oktober 2018 di kecamatan Lewolema dan menampilkan beragam ekspresi seni-budaya masyarakat Flores Timur,” paparnya.

Festifal juga beber Anton, menampilkan kekayaan alam Lewolema, pertunjukan dari komunitas-komunitas seni di Flores Timur, pertunjukan tamu dari seniman-seniman dari luar NTT seperti seniman tari Iwan Dadijono hingga seniman dan koreografer Papua, Darlene Litaay.

Juga ditampilkan Ruth Marini, seniman teater nasional dan Yasuhiro Morinaga komposer Jepang. Tersedia juga beberapa paket wisata seni-budaya yang dirancang khusus untuk menikmati rangkaian acara festival.

Baca Juga
Lihat juga...