Pemda Sikka dan PMKRI Maumere Ajak Masyarakat Peduli Sulteng

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

527

MAUMERE — Belasan aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Mauemere tergerak untuk membantu korban gempa dan tsunami di kota Palu, Sigi dan Donggala dengan mendatangi kantor bupati Sikka dan menggelar aksi galang dana.

PMKRI Maumere bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka berinisiatif untuk melakukan gerakan peduli ‘Palu, Donggala’ berbasis kemanusiaan dengan melakukan aksi penggalangan dana untuk korban gempa, sebut Benediktus Rani, ketua PMKRI cabang Maumere, Rabu,(3/10/2018).

Sebagai sesama warga negara, kata Benediktus, harus saling membantu dan gerakan yang dilakukan PMKRI Maumere disambut baik oleh bupati Sikka, bahkan secara simbolis me-launching gerakan amal ini di kantor bupati.

“Berilah bantuan kepada orang-orang yang terkena musibah, karena mereka akan dengan senang hati memberi bantuan kepada kita jika kita terkena musibah,” tuturnya.

Dalam aksi perdana ini, kata Oktavianus Alvin Aha, presidium PMKRI Maumere, telah terkumpul dana sejumlah Rp14.702.000 dari sumbangan yang dikutip anggota PMKRI yang turun ke jalan.

Bupati Sikka Roberto Diogo Idong saat me-launching kegiatan amal Peduli Palu Donggala mengatakan, meskipun dikatakan terlambat, tetapi penggalangan dana ini sebuah kesadaran yang bagus.

“Saya mengimbau dan mengajak semua warga masyarakat Sikka agar dari kekurangan, kita berbagi untuk meringankan beban penderitaan sesama saudara kita yang berada di Palu dan Donggala dengan memberikan sejumlah dana,” pintanya.

Kabupaten Sikka sendiri, kata Robi sapaannya, pernah mengalami musibah gempa dan tsunami tahun 1992 dan banyak mendapatkan bantuan dari sesama warga negara dari berbagai wilayah.

“Kita pernah mengalami musibah serupa di tahun 1992 sehingga kita patut memberikan bantuan kepada sesame saudara kita di Palu dan Donggala yang saat ini sedang mengalami musibah serupa,” tuturnya.

Baca Juga
Lihat juga...