Pemda Sikka Dorong Satu Desa Miliki Satu Produk Inovasi

Editor: Koko Triarko

180
MAUMERE – Inovasi Desa merupakan salah satu bentuk dukungan kepada desa, agar lebih efektif dalam penyusunan perencanaan penggunaan dana desa, sebagai investasi dalam upaya peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Salah satu program unggulan yang sedang dikembangkan pemerintah melalui Kemendes PDTT, dan akan menjadi program prioritas di kabupaten Sikka adalah Program One Village One Product (satu desa satu produk),” sebut Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Kamis (11/10/2018).
Dikatakan Robi, sapaannya, pemerintah ingin mendorong tumbuhnya perekonomian masyarakat desa, di mana setiap desa didorong untuk menemukan dan mengembangkan satu produk unggulan yang mempunyai ciri khas yang berbeda dengan produk dari desa lainnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten Sikka, Robertus Ray. -Foto: Ebed de Rosary
“Saya mengharapkan, agar melalui forum pertukaran pengetahuan dapat mendorong desa-desa untuk melakukan replikasi, dan mengadopsi inovasi-inovasi yang baru, mendokumentasikan, dan memanfaatkannya sesuai dengan potensi dan kondisi kebutuhan di desa,” harapnya.
Pemerintah desa, tandas Robi, juga harus menggunakan jasa Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD)  yang berasal dari berbagai  unsur, seperti Lembaga Pendidikan, LSM/ NGO, dan dunia usaha  yang ada di kabupaten Sikka.
“Program Inovasi Desa yang diluncurkan pemerintah pusat, tentunya sejalan juga dengan visi kepemimpinan kami, yakni semakin terpenuhinya  hak-hak dasar masyarakat kabupaten Sikka secara adil, merata, dan memadai,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi NTT, Drs. Mekeng Florianus, mengungkapkan, peserta yang mengikuti Bursa Inovasi Desa di kabupaten Sikka pada Kamis (11/10)  adalah orang-orang yang berpikir kreatif dan inovatif.
“Sebuah inovasi berisi gagasan-gagasan baru  yang belum ada sebelumnya. Karena itu, sebuah inovasi biasanya berisi gagasan-gagasan baru, dan ini yang harus dilakukan di desa,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sikka, Robertus Ray, mengatakan, pelaksanaan PID ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas desa, dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas.
“Dengan demikian, dapat meningkatkan produktivitas rakyat dan kemandirian ekonomi, serta mempersiapkan pembangunan sumber daya yang memiliki daya saing sesuai semangat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa,” ungkapnya.
Menurutnya, Bursa Inovasi Desa yang diselenggarakan, merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam penyelenggaraan Program Inovasi Desa sebagai sebuah forum penyebaran dan pertukaran gagasan, atau ide inovatif masyarakat yang berkembang di desa-desa.
“Penyelenggaraan Bursa Inovasi Desa untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan pilihan solutif  bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka mewujudkan penggunaan dana desa yang lebih efektif dan berkualitas,” tegasnya.
Menurut Robert,  peserta yang menghadiri program inovasi desa  sebanyak 759 orang, terdiri dari  tim inovasi kabupaten PID tingkat kabupaten Sikka, para camat, Pendamping Profesional Desa (TAPM,PD,PDTI dan PLD) dan Tim Pelaksana Inovasi Desa se-kabupaten Sikka.
“Kegiatan ini juga dihadiri para utusan desa, para Penyediaan Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD). pimpinan OPD dan instansi vertikal, perguruan tinggi, LSM/NGO, pimpinan perbankan dan koperasi serta para pelaku usaha”, katanya.
Dalam pameran Bursa Inovasi Desa di halaman SCC ini, beberapa desa di 21 kecamatan memamerkan kerajinan dan aneka produk yang telah dihasilkan dan memiliki nilai jual.
Tampak masyarakat terlihat antusias membeli berbagai produk, baik makanan olahan dari bahan lokal, minuman tradisional, bahkan aneka sovenir yang dijual dengan harga murah.
Baca Juga
Lihat juga...