Pemerintah Siap Rehabilitasi-Rekonstruksi Korban Gempa Sulteng

147

JAKARTA – Pemerintah menyatakan siap, untuk membangun fasilitas serta merehabilitasi dan merekonstruksi rumah korban gempa akibat likuifikasi (pergerakan tanah) dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, untuk kondisi gempa di Palu dan Donggala, penanganan yang dilakukan relatif berbeda, dengan rumah rusak akibat gempa bumi. Masih banyak material yang bisa digunakan kembali, dan dapat dibangun oleh masyarakat dibantu Pemerintah.

Sementara material rumah rusak akibat likuifikasi (pergerakan tanah) dan tsunami, sudah hancur dan hilang semuanya, sehingga rekonstruksinya akan dikerjakan oleh Pemerintah.

Menteri Basuki juga mengatakan, jatuhnya korban jiwa tidak hanya diakibatkan oleh gempa bumi dan tsunami, namun juga kejadian likuifikasi atau pergerakan tanah yang terjadi di Petobo dan Balaroa. “Alat berat kami sudah masuk enam unit di Petobo dan empat unit di Balaroa termasuk satu excavator dengan stone breaker, dan akan kita tambah lagi mengingat luasnya wilayah terdampak. Diperkirakan banyak korban jiwa akibat likuifikasi,” jelasnya.

Ada satu unit loader di Balaroa, empat unit dump truck yang ditempatkan dua unit di Petobo dan dua unit di Balaroa. Tambahan dua excavator dari Makassar. Proses pembersihan kota dilakukan menggunakan alat berat, dengan fokus utama selain di Balaroa, Petobo, juga di runtuhan hotel-hotel dan Pantai Talise.

Kementerian PUPR dengan memobilisasi tiga unit excavator, lima loader, empat dump truck, satu grader, termasuk di Loli (Ruas Palu-Donggala). Ditargetkan pembersihan kota akan selesai dalam waktu dua minggu, atau di pertengahan Oktober 2018.

Sebelumnya, Kementerian PUPR meminta para kontraktor membantu penyediaaan alat berat, dalam rangka penanganan dampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. “Untuk evakuasi ada beberapa daerah yang belum bisa diangkat mayat korban dan butuh bantuan peralatan berat,” kata Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarief Burhanuddin dalam acara Seminar Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) di Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Menurut Sjarief, saat ini baru ada beberapa kontraktor yang dapat menyediakan alat berat, untuk membantu evakuasi pencarian korban, di antara reruntuhan akibat gempa dan tsunami yang melanda daerah tersebut. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...