Pemerintah Tidak Berkompromi Dengan Pencemaran Lingkungan

Editor: Mahadeva WS

279

BEKASI – Staf Khusus Presiden RI, Bidang Sosial, Diaz Hendropriyono menegaskan, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, tidak kenal kompromi terhadap pencemaran lingkungan.

Oleh karenanya, kondisi pencemaran Sungai Cileungsi dan Bekasi, harus segera diikuti dengan pembenahan. “Saya memastikan Presiden cukup konsen dengan lingkungan, begitupun Menteri-nya, juga kerja sesuai dengan intruksi. Presiden sudah peduli dengan sungai menterinya pun akan mengikuti,” ujar Diaz Hendropriyono, usai membuka forum diskusi sungai, oleh Komunitas Peduli Sungai Cikeas-Cileungsi (KP2C), Sabtu (13/10/2018).

Diaz, akan menyampaikan kondisi Sungai Cileungsi ke Presiden RI, yang selama ini konsen dalam hal pencemaran. Air merupakan sumber kehidupan, dan bukan menjadi malapetaka. Soal Sungai Cileungsi, disebutnya sudah terjadi kerusakan serius. “Komitmen pemerintah soal pencemaran cukup serius dan tidak kenal kompromi. Dan terbukti saat presiden menjabat Gubernur Jakarta, beliau sudah melakukan revitalisasi Kali Ciliwung, begitupun sebagai Presiden RI, bapak juga membenahi Sungai Citarum,” tegas Diaz.

Dalam kesempatan itu, Diaz Hendropriyono berkesempatan melihat langsung kondisi sungai. Lokasi yang dilihat adalah, pusat pertemuan kali antara Sungai Cileungsi dan Cikeas, yang mengalir menuju Kali Bekasi, di wilayah perbatasan antara Bekasi dan Kabupaten Bogor. Tepatnya di Villa Nusa Indah Bojongkulur Kabupaten Bogor.

Usai melihat kondisinya, Diaz, mengaku prihatin. Aliran sungai dari Cileungsi sudah menghitam dan berbau menyengat. Kondisi itu berbeda dengan aliran sungai dari arah Cikeas, yang masih wajar dan terlihat banyak ikan sapu-sapu. Melihat kondisi itu Dia menegaskan, harus ada pembenahan, di sepanjang alur Sungai Cileungsi. “Saya ngga tau pastinya, tapi melihat kondisi ini harus ada pembenahan. Karena warna hitam dan bau itu sudah pasti karena limbah, tapi ga tau dimana. Katanya DLH Kabupaten Bogor sudah menutup empat perusahaan, tetapi kondisi air tidak berubah,” paparnya.

Diaz menegaskan harus ada tindakan tegas untuk menghentikan pencemaran di Sungai Cileungsi. Persoalan tersebut, akan dibawa ke Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (KLHK). “Tetapi semua ada mekanisme, jangan apa apa langsung memotong KLHK nantinakan dibicara lagi,” Tandasnya.

Sementara itu, melalui dana CSR Protelindo, perusahaan tersebut memberikan kamera pemantau di empat lokasi. Hal itu untuk memudahkan pengawasan kondisi air sungai. “Protelindo melihat selama ini, KP2C cukup konsen dalam menjaga alur sungai Cileungsi Cikeas. Sebagai inisiatif PT Protelindo memasang empat titik pantau,” ungkap Koorlokation PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), Wahyu Baskoro.

Dia menjelaskan mekanisme kerja CCTV menggunakan jaringan wireless, dan pihak KP2C, bisa memantau kondisi sungai melalui jaringan handphone. Tim KP2C dapat melihat ketinggian sungai secara aktual dari empat titik pos pantau. “Apabila curah hujan makin tinggi, tim KP2C akan memberikan informasi 10 menit sebelum ketinggian sungai dinilai maksimal. Kalo saat ini masih musim panas pemantau bisa dilaksanakan sehari dua kali saja,” pungkas Wahyu.

Baca Juga
Lihat juga...