Pemprov DKI Sumbang Rp60 Miliar dari APBD-P ke Sulteng

Editor: Satmoko Budi Santoso

170

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menyumbangkan Rp60 miliar untuk membantu penanganan gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Menurutnya, sumbangan itu bisa digunakan untuk membantu Palu dan Donggala agar pulih dari gempa.

“Pemprov juga akan mengalokasikan Rp 60 miliar untuk membantu meringankan beban di sana,” kata Anies di Lapangan Silang Monas Selatan, Senin (1/10/2018).

Bantuan itu diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) DKI 2018. Anies mengatakan, penyaluran bantuan tersebut akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Selain sumbangan uang, Pemprov DKI Jakarta mengirimkan tim atau satgas khusus. Sejumlah SKPD di Pemprov DKI Jakarta bergabung untuk membantu proses evakuasi dan penanganan lainnya di lokasi gempa, yaitu Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bazis, Satpol PP, Dinas Kehutanan, Biro Adminjstrasi, Diskominfo, dan Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri, dan Dinas Penanggulangan, Kebakaran, dan Penyelamatan.

Selain mengirimkan tim Satgas ke Palu dan Donggala, Pemprov DKI sendiri akan bekerjasama dengan beberapa lemabaga penyalur bantuan di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI), Dompet Dhuafa, NU Peduli, Aksi Cepat Tanggap (ACT).

“Jadi bukan Pemprov sendiri yang memberi bantuan, tapi kita mengundang lembaga-lembaga itu menggunakan fasilitas di Balai Kota, sehingga memudahkan bagi warga untuk menyalurkan bantuan,” ujar Anies.

Tidak hanya itu, Anies akan menjadikan Balai Kota sebagai posko yang akan menampung bantuan bagi dari lembaga, organisasi atau warga Jakarta yang hendak mendonasikan bantuan tersebut bagi para korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah.

“Di Balai Kota mulai hari ini, Pemprov mengundang, memfasilitasi semua lembaga-lembaga untuk mereka bisa pakai tempat, sehingga kalau nyumbang mudah menjangkaunya,” ungkapnya.

Namun, saat ditanya sampai kapan Balai Kota menjadi tempat penampungan bantuan, Anies tak merinci hal tersebut. Namun, dia berharap dengan dibukanya Balai Kota sebagai penampungan bantuan, warga Jakarta bisa berkontribusi membantu para korban bencana melalui aksi nyata.

Diketahui, bencana gempa disertai tsunami melanda Donggala dan Palu di Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018. Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) yang berpusat di kedalaman 10 kilometer yang berjarak 27 kilometer timur laut Donggala, Sulawesi Tengah.

Gempa besar yang terjadi pada Jumat pukul 17.02 WIB itu memicu tsunami setinggi 0,5 hingga enam meter di pesisir barat Sulawesi Tengah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami Palu dan Donggala sudah mencapai 832 orang. BNPB juga mengatakan listrik PLN yang putus membuat jaringan komunikasi di Donggala dan sekitarnya juga belum dapat beroperasi.

Baca Juga
Lihat juga...