Pengiriman 1,3 Ton Rendang Sumbar ke Sulteng Terkendala Transportasi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

188

PADANG — Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, saat ini jumlah randang yang akan dikirim untuk korban bencana gempa dan tsunami ke Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah mencapai 1,3 ton. Makanan khas minang tersebut saat terkumpul di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi.

“Randang ini sudah terkumpul. Kita tengah mencari penerbangan untuk pengiriman ke Sulteng. Kita juga sudah meminta kantor Penghubung Sumatera Barat di Jakarta untuk menghubungi kantor Penghubung Sulteng, bagaimana nanti randang ini dibawa ke lokasi bencana,” ujarnya saat melakukan pengecekan randang di kantor BPBD Sumatera Barat, Rabu (3/10/2018).

Disebutkan, pihaknya ingin randang ini dapat segera sampai. Meski tahan hingga satu bulan, namun, jika tidak segera dikirim, maka dikhawatirkan tidak layak dikonsumsi.

“Kita ingin randang ini nanti dapat langsung dibagikan kepada masyarakat. Jangan sampai ini tertahan di posko. Ini mesti dibagikan langsung ke masyarakat,” katanya.

Sembari itu, Pemprov Sumatera Barat juga telah melakukan upaya koordinasi dengan sejumlah maskapai penerbangan, namun, tidak bisa dipenuhi oleh maskapai penerbangan.

“Kini kita lagi berupaya meminta kepada pesawat hercules, supaya dapat mengantarkan bantuan dari Sumatera Barat ke Sulteng,” ujarnya.

Sementara itu, tim dari BPBD Sumatera Barat juga akan diterjunkan untuk memberikan serta mengawal bantuan ini hingga sampai di Sulteng. “Ada berapa tim dari BPBD yang akan berangkat,” ulasnya.

Jika nantinya, kata Nasrul, tidak dapat melalui penerbangan pengiriman langsung ke Sulteng. Pihaknya, akan mencari solusinya salah satunya melalui Poso.

“Kita akan cari cara bantuan ini segera sampai, dan dapat diprioritaskan karena bantuan ini berupa makanan siap saji yang sangat dibutuhkan masyarakat disana,” tegasnya.

Selain randang, pihaknya juga mengirimkan bantuan sekitar Rp1 miliar. Uang itu berasal dari Pemprov serta dibantu beberapa intansi lainnya dan juga donasi dari masyarakat.

Kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat Rumainur menyebutkan pihaknya masih menerima jika ada bantuan randang dan logistik lainnya dari masyarakat hingga pesawat pengiriman tersedia.

“Ke Jakarta besok, kemungkinan kesulitan pesawat dari Jakarta ke Palu,” ujarnya.

Dijelaskannya, slop pesawat hercules belum dapat kerena bantuan yang diinstruksikan presiden masih diprioritaskan dan barang pun sudah numpuk.

“Kemungkinan kita akan lakukan pengiriman dua kali penerbangan, sebab ada selimut dan pakaian. Tapi diprioritaskan untuk pengiriman Randang,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...