Pengusaha Tambang di Barito Utara Diimbau Tanam Jagung

143
Jagung, Iilustrasi -Dok: CDN
MUARA TEWEH – Para investor yang menanamkan investasi pada sektor tambang batu bara di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, diminta memanfaatkan lahan reklamasi dengan tanaman jagung di areal tambang setempat.
“Dengan menanam tanaman jagung ini, dapat menggandeng masyarakat di sekitar perusahaan untuk melaksanakannya, diharapkan dapat menambah penghasilan masyarakat, di samping menutup bekas galian yang ada,” kata Bupati Barito Utara (Barut), Nadalsyah, saat melakukan penanaman perdana jagung di lahan reklamasi perusahaan tambang batu bara PT Bundang Kandung di wilayah Desa Paring Lahung Kecamatan Montallat, Minggu (7/10/2018).
Menurut Nadalsyah, penanaman tanah reklamasi ini dengan tanaman jagung merupakan pilot project untuk Kabupaten Barito Utara, di samping membantu pemerintah dalam bidang pertanian, juga dapat menjadikan nilai tambah yang dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar.
Hal itu, kata dia, dapat mendukung program pemerintah dalam bidang pertanian, di mana investor melakukan pengolahan dan persiapan atas lahan yang akan dijadikan areal perkebunan jagung pada lahan reklamasi.
“Diharapkan, para pengusaha tambang di daerah ini dapat mempertimbangkan untuk memanfaatkan lahan reklamasi pada perusahaannya, untuk dijadikan lahan pertanian yang selama ini permasalahan reklamasi masih menjadi kendala di lapangan,” katanya.
Pada tanam perdana tanaman jagung di lahan reklamasi di wilayah Desa Paring Lahung, Kecamatan Montallat, Bupati Nadalsyah didampingi Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Setia Budi, dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian setempat, M Iman Topik.
Lahan reklamasi yang akan ditanamai ini seluas 10 hektare, direncanakan di sekeliling lahan akan ditanami jengkol dan petai, sedangkan di tengah lahan akan ditanami jagung. Selain jagung direncanakan akan ditanami serai, tentunya hal ini akan dapat menjadikan lahan reklamasi menjadi lahan yang produktif.
Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Setia Budi, mengatakan, bahwa hasil pemeriksaan terhadap tanah di areal  reklamasi diperoleh PH kadar keasaman tanah berkisar 5,26.
“Sedangkan PH tingkat keasaman tanah yang ideal harus berada di antara 5,5 sampai 6, maka dilakukan pengapuran, dengan ini akan tercapai tingkat keasaman yang ideal,” kata dia.
Kabupaten Barito Utara memang dikenal luas sebagai salah satu kabupaten penghasil komoditi jagung hybrida, yang ada di Kalteng maupun Kalimantan Selatan. Luas tanaman jagung pada 2018 di Kabupaten Barito Utara mencapai 16.150 hektare.
“Dengan areal tanaman jagung semakin luas, maka perekonomian masyarakat juga diharapkan lebih meningkat,” ucap Budi.
Produksi jagung dari Barito Utara merupakan salah satu daerah penghasil jagung terbanyak, yang menjual ke pabrik pengolahan pakan di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel.
“Bahkan, tanaman jagung ini membuat sejumlah kabupaten di Kalteng lainnya melakukan studi banding ke daerah ini, untuk mencontoh pengembangan jagung, di antaranya Kabupaten Gunung Mas,” ujarny. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...