Penyebaran Peran Penyuluh Pertanian di Sumbar Belum Merata

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

204

PADANG — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat mengakui sektor pertanian di Sumatera Barat masih terkendala jumlah penyuluh.

Kepala Dinas Distanhorbun Sumatera Barat, Candra mengatakan, saat ini jumlah penyuluh masih jauh dari harapan. Setidaknya tercatat, saat ini baru ada 1.300 lebih.

“Masih sangat sedikit. Dimana yang kita butuhkan 2.700 penyuluh,” katanya di Padang, Kamis (11/10/2018).

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumatera Barat Candra. Foto: M. Noli Hendra

Menurutnya, keberadaan penyuluh sangat penting bagi keberlangsungan pertanian di Sumatera Barat. Karena peran sangat penting, sebagai mediator untuk menyampaikan informasi seputar pertanian kepada petani.

“Meskipun dari segi jumlah penyuluh pertanian belum memadai untuk menjangkau setiap daerah, tetapi perannya begitu vital dalam mendukung swasembada pangan di Sumatera Barat,” ujarnya.

Menurutnya, jika penyuluh tersebut bergerak untuk menyampaikan pola pikirnya terkait teknologi terbaru kepada petani. Maka, hasil yang didapatkan yakni peningkatan jumlah produksi pangan akan dirasakan.

Disebutkan, pihaknya berupaya untuk menutupi jumlah penyuluh yang masih sedikit tersebut dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat. 

“Kita latih mereka. Sehingga, pengetahuan yang didapatkan dapat disampaikan kepada petani. Ini juga untuk menutupi jumlah penyuluh yang belum memadai,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengungkapkan, tidak hanya jumlah penyuluh pertanian yang masih terbatas, namun, honor penyuluh juga masih sangat rendah.

“Penyuluh pertanian ini kerjanya berat. Tapi, honor mereka masih rendah dan hanya setara Upah Minimum Regional (UMR). Untuk itu dengan melalui pendekatan Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani), kita ingin ada suatu kawasan yang ada penyuluh disana sehingga dengan berkegiatan mereka menghasilkan keuntungan dari sana,” terangnya.

Menurutnya, dengan adanya kawasan seperti Nagari Mandiri Pangan dan Nagari Elok Sejahtera di daerah, keberadaan penyuluh pertanian akan berimbas kepada peningkatan produksi pangan.

“Jadi, meningkatnya suatu produksi juga akan berimbas kepada penyuluh. Bisa saja sistem keuntungan produksi itu dibagi untuk penyuluh pertanian,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...