Pepabri: Pilpres Bukanlah untuk Perpecahan Bangsa

Editor: Satmoko Budi Santoso

194

PADANG – Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri), Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, meminta calon presiden dan pendukungnya supaya tidak menganggap calon dan pendukung lainnya sebagai lawan yang harus dihancurkan. Pasalnya, hal itu bisa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

“Kita minta kedewasaan calon, pendukung dan masyarakat. Jangan sampai menganggap calon lain dan pendukungnya sebagai musuh yang harus dihancurkan, namun anggaplah sebagai rival dalam kompetisi,” katanya, usai melantik pengurus Pepabri Sumatera Barat, di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Rabu (3/10/2018).

Menurutnya, persoalan perbedaan pendapat yang kini berujung pada perserteruan ke depan haruslah selesai, ketika pilpres usai dan telah ada orang yang akan memimpin Indonesia lima tahun ke depan, haruslah sama-sama didukung.

“Semuanya harus bersatu kembali, jangan bawa-bawa lagi persoalan yang berlalu ketika pilpres, dan mari sama-sama mendukung siapa yang menang. Inilah bentuk kedewasaan kita, jangan rusak negara ini dengan bibit-bibit permusuhan,” jelasnya.

Agum Gumelar mengatakan, saat ini Indonesia sudah masuk dalam alam demokrasi yang penuh kebebasan. Hanya saja semua itu harus disikapi dengan kedewasaan. Jangan sampai kelewatan sehingga bisa membuat disintegrasi bangsa yang berujung kepada perpecahan.

“Kita harus bersyukur. Kalau dulu mengkritik pemerintah saja kita bisa habis. Sekarang semuanya sudah demokrasi. Bisa bicara, tapi harus dewasa. Kebebasan ini harus disyukuri bukan dibablaskan,” jelasnya.

Akibat kebablasan itu, menurut Agum, semuanya bicara dan lebih banyak bicara bohong dan menyebarkan dalam bentuk berita hoax. Berita-berita itu, dikatakan Agum, menyebar luas di tengah masyarakat melalui media sosial sehingga informasi yang muncul simpang siur serta juga mengandung unsur kebencian.

“Inilah yang harus diwaspadai. Masyarakat harus menyaring informasi itu. Jangan ditelan mentah-mentah. Sebab hal itu belum tentu kebenarannya dan bahkan mengandung unsur kebencian yang merusak persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Dalam Pemilu mendatang, Agum mengatakan, Pepabri adalah organisasi netral dan tidak memihak salah satu calon. Kendati demikian, pihaknya menyerahkan pilihan sepenuhnya kepada masing-masing anggota.

“Secara organisasi, saya tegaskan Pepabri tidak mendukung salah satu calon tertentu. Namun anggota kita persilakan secara individu menentukan pilihannya masing-masing,” ujarnya.

Sementara, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit yang menghadiri pelantikan itu mengatakan, Pemprov Sumatera Barat sangat bersyukur dengan keberadaan organisasi Pepabri di Sumatera Barat. Pasalnya, organisasi tersebut dinilai sangat membantu pemerintah dalam banyak hal, terutama di bidang sosial.

“Kita memberi apresiasi dengan keberadaan Pepabri di Sumatera Barat. Kita sangat mengharapkan organisasi ini bisa meningkatkan eksistensinya di tengah masyarakat sehingga secara otomatis bisa membantu pemerintah,” tegasnya.

Ia menyebutkan, selama ini Pemprov Sumatera Barat memang belum bisa membantu Pepabri secara finansial, karena tidak ada yang bisa dilakukan untuk membantu. Hanya saja, Pemprov Sumatera Barat tetap memberikan Pepabri bantuan lainnya seperti fasilitas, yang bertujuan untuk melaksanakan sejumlah kegiatan oleh Pepabri.

“Saya merasa Pepabri perlu ada. Karena orang-orang yang berada di dalam Pepabri adalah para pejuang Indonesia, yang secara pengalaman sudah tidak diragukan lagi. Untuk itu, saya berharap kepada Pepabri supaya bisa berkoordinasi dengan Pemprov Sumatera Barat, terhadap hal-hal yang mungkin perlu kita bahas,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...