hut

Perajin Tempe Madiun Keluhkan Naiknya Harga Kedelai

Kedelai, ilustrasi -Dok: CDN

MADIUN – Sejumlah perajin tempe di Kota Madiun, Jawa Timur, mengeluhkan naiknya harga kedelai, bahan baku utama pembuatan tempe. Melemahnya nilai tukar rupiah, diduga menjadi pemicu kenaikan harga tersebut.

Maryati, seorang perajin tempe yang juga anggota Kelompok Usaha Bersama (Kube) Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartohajo, mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, berdampak pada naiknya harga kedelai. Rata-rata para perajin tempe di wilayah Kelun, menggunakan kedelai impor sebagai bahan baku usaha. “Sebelumnya harga kedelai di kisaran Rp6.500 hingga Rp7.000 per kilogram. Sejak dolar menguat, kedelai impor ikut naik di kisaran Rp7.500 hingga Rp8.500 per kilogram,” ujar Maryati, Minggu (14/10/2018).

Naiknya harga kedelai yang cukup signifikan, menyebabkan biaya produksi pembuatan tempe ikut naik. Untuk menghindari kerugian yang besar, para perajin mengurangi atau memperkecil ukuran tempe buatannya. Cara yang dilakukan, dengan mengurangi takaran kedelai yang dikemas ke dalam plastik, atau daun pisang.

Ia menjelaskan, mengurangi ukuran tempe yang dijual terpaksa dilakukan karena perajin tidak dapat menaikkan harga jual tempe, untuk meyesuaikan kenaikan harga kedelai. “Ukurannya diperkecil, dikurangi sedikit. Tetapi harganya tetap sama, tidak naik. Sebab, kalau harganya dinaikkan takut tidak laku,” tandasnya.

Harga tempe yang dibungkus daun pisang dan kertas dijual Rp500 per bungkus. Sedangkan tempe yang dikemas dalam plastik ukuran setengah kilogram, dijual Rp4.000 per plastik.

Perajin tempe lainnya, Suyadi (70) menyebut, sejak kedelai impor mengalami kenaikan harga, ukuran tempe produksinya langsung diperkecil. Hal ini dilakukann supaya tempe produksinya tetap laku di pasaran. Selain itu, usaha yang telah digeluti selama puluhan tahun tidak berhenti beroperasi. “Harga jual tidak naik. Untung sedikit-sedikit tidak apa-apa, yang penting modal kembali dan bisa tetap berproduksi,” katanya.

Para perajin tempe berharap agar harga kedelai impor kembali turun dan normal, sebab selama ini para perajin tempe bergantung pada kedelai impor untuk bahan bakunya, karena kedelai impor dinilai lebih lama untuk diolah menjadi tempe dibandingkan dengan kedelai lokal. (Ant)

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com