Petugas PBB di Kongo Timur Tertular Ebola

194
Ilustrasi virus ebola - Dokumentasi CDN

GOMA – Seorang tukang ledeng, pekerja satuan penjaga perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo Timur, dinyatakan pasti terjangkit Ebola. Kementerian Kesehatan setempat pada Jumat (12/10/2018) menyatakan, kasus tersebut menjadi pekerja pertama PBB, yang  terjangkit penyakit itu dalam wabah di Kongo.

Tukang ledeng itu diyakini terpapar virus di pusat kesehatan di Kota Beni, yang dijalankan seorang tabib tradisional. DI pusat kesehatan tersebut, penderita Ebola setempat, biasa mencari pengobatan. Wabah Ebola di perbatasan timur Kongo dengan Uganda dan Rwanda, memburuk dalam beberapa pekan belakangan.

Kondisi itu dipicu, penolakan masyarakat terhadap petugas kesehatan, dan ketidakamanan akibat kegiatan pemberontak di daerah tersebut. Kementerian Kesehatan Kongo menyatakan, lima penderita baru ditemukan, dan lima kematian terjadi beberapa hari terakhir. Hal itu membuat jumlah kematian menjadi 130 orang sejak Juli.

Disebutkan lebih lanjut, rekan tukang ledeng itu terdaftar divaksinasi pada Sabtu (13/10/2018), dan didaftarkan untuk cuti selama 21 hari, sebagai masa terlama penetasan virus tersebut. “Seorang rekan PBB berbasis di Beni, dinyatakan terjangkit Ebola dan sekarang dirawat,” kata kepala penjaga perdamaian Kongo, Leila Zerrougui, Minggu (14/10/2018).

Karyawan tersebut tidak bekerja beberapa pekan, dan hasil pelacakan atas orang itu dimulai dengan segera. Pekerja AS, mengambil peran dalam menanggapi wabah Ebola di Kongo. Termasuk dengan memberikan keamanan untuk tanggapan pertama di daerah terancam kelompok petempur.

Ebola adalah demam berdarah, yang menyebar melalui sentuhan dengan cairan tubuh penderita. Data menyebut, penyakit itu membunuh setengah dari yang tertular. Pejabat tinggi Badan Kesehatan Dunia, memperkirakan wabah itu berlangsung setidak-tidaknya tiga atau empat bulan lagi, dan bisa menyebar ke Uganda atau Rwanda. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...