Polda Jatim Amankan 443 Ekor Burung Langka

Editor: Satmoko Budi Santoso

220

JEMBER – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur, Selasa (9/10/2018) berhasil mengungkap penangkaran ratusan ekor burung langka ilegal milik CV Bintang Terang di Desa Curah Kalong Kecamatan Bangsalsari. Dari operasi tersebut sebanyak 443 ekor burung langka berhasil diamankan petugas.

CV Bintang Terang sebenarnya memiliki izin penangkaran burung sejak tahun 2005 silam. Namun pada tahun 2015 izin tersebut sudah habis masa operasionalnya dan tidak diperpanjang.

“Izinnya sudah habis 2015 lalu. Tapi pemilik masih nekat menjalankan usaha penangkaran satwa dilindungi tersebut,” terang Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, kepada sejumlah wartawan.

Karena penangkaran tersebut ilegal, maka polisi melakukan penindakan tegas terhadap pemilik usaha penangkaran tersebut. Polda juga bekerja sama dengan Balai Besar KSDA Jatim untuk mengamankan ratusan burung dilindungi tersebut. Nantinya akan dilakukan pemisahan antara hewan hasil penangkaran dan yang diperjualbeilkan secara ilegal.

“Kami bekerjasama dengan badan konservasi (hayati), adanya bentuk penyimpangan yang dilakukan CV Bintang Terang. Yang sudah kita amankan 443 burung langka dari sekitar 11 jenis berbeda,” terang Kapolda.

443 ekor burung yang berhasil diamankan yakni 212 ekor Nuri Bayan (Eclectus Roratus), 99 ekor Kakak Tua Besar Jambul Kuning (Cacatua Galerita), 23 Kakak Tua Jambul Orange (Cacatua Molluccensis), 82 ekor Kakak Tua Govin (Cacatua Govineana), 5 ekor Kakak Tua Raja, 1 ekor Kakak Tua Alba, dan 1 ekor Jalak Putih.

“Selain itu juga ada 6 ekor burung Dara Mahkota (Gaura Victoria), 4 ekor Nuri Merah Kepala Hitam (Lorius Lory), 4 ekor anakan Nuri Bayan, 6 Nuri Merah (Red NURY), 61 butir telur Nuri Bayan dan Kakak Tua,” sebutnya.

Selain melakukan penangkaran ilegal, lanjut Kapolda, CV Bintang Terang juga diketahui melakukan jual beli satwa burung yang dilindungi tersebut hingga ke luar negeri. Oleh sebab itulah, pihaknya juga menahan pemilik CV Bintang Terang berinisial A. “Kita juga mengamankan satu orang tersangka. Dia seorang perempuan,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawankan perbuatannya, tersangka akan dikenakan pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat 2 huruf a uu ri nomor 5 tahun 1990 tentang KSDAHE (konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem) dengan ancaman hukuman kurungan penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Baca Juga
Lihat juga...