Polres Jakbar Gulung Tujuh Pelaku Curas

Editor: Koko Triarko

160
JAKARTA – Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, berhasil meringkus tujuh pelaku pencurian dengan kekerasan. Ketujuh pelaku tersebut, DY, MST, MWA dan BSP berperan sebagai eksekutor, dan SR, HD dan YP berperan sebagai penadah motor hasil pencurian. 
Kasat Reksrim AKBP, Edi Suranta, mengatakan komplotan pencuri motor itu sudah ratusan kali beraksi di wilayah Jakarta Barat. Mereka menyasar pengendara motor di lokasi-lokasi yang sepi.
“Mereka ini adalah spesialis pelaku curas (pencurian dengan kekerasan), khususnya terhadap korban yang mengendarai sepeda motor. Kemudian ketika menemui korban, memepet korbannya. Setelah dipepet, satu orang mungkin sedang bertanya dan satu lagi memukul korban. Pada saat itu, motor beserta barang-barang korban dibawa lari oleh pelaku,” kata Edy, di Mapolres Jakarta Barat, Slipi, Rabu (10/10/2018).
Menurut Edy, dalam menjalankan aksinya, ketujuh pencurian itu dengan dua modus, antara lain menggunakan gendam (hipnotis) korban, dan memepet korban sambil pura-pura bertanya ke korban yang kemudian korban dipukul. Ketika korbannya sedang lengah, barang berharga dan motor korban itu langsung dibawa kabur.
“Mereka ada yang bertugas menghipnotis dan pura-pura bertanya, memepet motor, ada juga yang bertugas merampas motor dan bawa lari barang berharga dan motor milik korban. Aksi kelompok ini waktunya acak. Korban diincar di lokasi beraksi kebanyakan wanita. Para pelaku incar motornya,” terang Edy.
Ditambahkan Edy, hasil kejahatan para pelaku langsung dibawa ke Pati, Jawa Tengah. Motor-motor hasil kejahatan itu, saat di Pati dijual cukup mahal, yakni serkisaran Rp8-11 jutaan.
“Dari hasil keterangan para pelaku, aksi mereka sudah berjalan setahun serta terhitung beraksi di 100 TKP (Tempat Kejadian Perkara). Namun laporan ke kami, ada 37 TKP saja. Kemudian, di kasus ini kami berhasil menyita 15 motor jenis matik dan manual,” ujarnya.
Menurut Edy, dari ketujuh pelaku tersebut, dua di antaranya merupakan residivis. MST pernah berurusan dengan hukum atas kasus pencurian motor, dan SR terjerat kasus narkoba.
Sementara itu, hingga kini petugas masih memburu dua pelaku lainnya yang kini sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Sedangkan saat penangkapan, tiga pelaku, MST, SR, dan HR terpaksa ditembak karena melawan petugas saat ditangkap.
“Mereka adalah kelompok curas, yang selama satu tahun lebih beraksi, di Kawasan Jakarta Barat. Masih ada dua DPO lain, itu adalah pemetik atau pengambil motor,” jelasnya.
Ketujuh pelaku itu saat dites narkoba, mereka positif mengkonsumsi narkoba. Petugas pun menegaskan adanya kaitan antara pelaku tindak pidana dengan kejahatan narkoba.
“Beberapa kali kita melakukan pengungkapan pada kasus-kasus, baik itu curas (pencurian dengan kekerasan), curat (pencurian dengan pemberatan), maupun kasus-kasus lainnya, bila kita cek urine pasti positif. Itu kaitan antara tindak pidana dengan kejahatan narkotika,” tuturnya.
Kepala Unit Kriminal Umum, AKP Rulian Syauri, menambahkan, dari para tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa 15 sepeda motor, lima STNK, dua kartu ATM, dan 12 handphone.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor, dapat mengambil di Polres Metro Jakarta Barat dengan membawa dokumen kepemilikan asli.
“Bila nanti kendaraannya sesuai dengan dokumen pemilik, maka motor tersebut kita serahkan kepada pemilik,” ujarnya.
Akibat perbuatannya, empat pelaku dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 penjara, sedangkan tiga pelaku yang menjadi penadah dijerat Pasal 480 KUHP, dengan ancaman hukuman enam  tahun penjara.
Baca Juga
Lihat juga...