Polresta Metro Bekasi Tetapkan Lima Suporter Tersangka Narkoba

Editor: Koko Triarko

328
BEKASI – Satnarkoba Polresta Metro Bekasi Kota, menetapkan lima suporter sepak bola sebagai tersangka dalam kasus narkoba, karena kedapatan membawa dan mengkonsumsi ganja saat akan menyaksikan jalannya pertandingan Persija melawan Perseru Serui, Senin (8/10/2018) lalu.
“Sebelumnya, petugas mengamankan 14 orang, tetapi setelah dilakukan tes urine dan penyidikan mendalam, sembilan orang dikembalikan,” ungkap Wakil Kapolres Metro Bekasi Kota, AKBP. Wijonarko, Rabu (10/10/2018).
Dikatakan, pengungkapan itu atas laporan warga yang mencurigai adanya segerombolan pemuda di parkiran lantai III, Stadion Patriot Chandrabaga. Atas laporan itu, tim Satnarkoba langsung bergerak cepat melakukan penggeledahan.
Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Wijanarko, didampingi Humas,  Kompol Erna Ruswing, menunjukkan barang bukti ganja .-Fot: M Amin
Dari hasil penggeledahan ditemukan bukti,  ganja seberat 0,7 gram di dalam kaleng kecil dan satu linting ganja serta beberapa sebagian sudah digunakan. Saat dilakukan pengembangan, tim turun ke lantai II parkiran dan mengamankan satu orang tersangka lainnya kedapatan memiliki ganja seberat 1,11 gram.
“Mereka ini semuanya berasal dari luar Kota Bekasi, dari daerah Kuningan dan Pasar Minggu,” jelas Wijanarko, seraya menambahkan, jika sembilan orang yang dikembalikan tersebut sudah dilakukan pembinaan.
Dalam pemeriksaan, mereka mengaku berangkat dari kawasan Pasar Minggu, untuk menyaksikan pertandingan Persija lawan Perseru Serui di Kota Bekasi. Satu penonton lainnya berasal dari Kuningan, Jawa Barat.
“Semua oknum supporter itu sudah memiliki tiket masuk. Tetapi, mereka berkumpul dan mengonsumsi narkoba sebelum masuk ke stadion. Mereka diamankan sekitar pukul 15.00 WIB, pertandingan dimulai pukul 16.00 WIB,” papar Wijonarko.
Lehih lanjut, dia menyebutkan, kelima oknum supporter tersebut, sudah tidak sebagai pelajar. Mereka rata-rata berumur 22-24 tahun.
Kelima suporter yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni SA (21), TH (26), IF (22), dan FR(32), KS (43) dan DL  masih dalam pengejaran  alias DPO. DL berperan sebagai pamsok barang haram tersebut.
Para tersangka dikenakan pasal 111 ayat (1), 112 ayat (1), dan 114 ayat (1) undang-undang RI nomer 35 tahun 2009 ,dengan ancaman kururangan 20 tahun Penjara.
Baca Juga
Lihat juga...