Posko Korban Gempa Palu Sediakan Layanan Penyembuhan Trauma

Editor: Satmoko Budi Santoso

249

BALIKPAPAN – Untuk membantu korban gempa Palu, Sulawesi Tengah dalam menghilangkan ataupun mengurangi trauma, tempat pengungsian yang ada di Base Ops Dhomber Lanud Balikpapan menyediakan layanan trauma healing atau penyembuhan trauma.

Koordinator Trauma Healing Center di Balikpapan, Kompol Yolanda Sebayang, menjelaskan layanan trauma healing untuk membantu anak-anak dan orang dewasa mengurangi rasa trauma terhadap kejadian yang dialami pada gempa dan tsunami di Palu.

“Kalau sampai trauma belum, tapi pada tingkat mereka stres dan takut atau cemas karena gempa ada. Itu selama kami melakukan trauma healing,” katanya di sela kegiatannya, Kamis (4/10/2018).

Di tempat penampungan atau pengungsian Balikpapan sebagai tempat transit korban gempa di Palu, mereka datang kemudian istirahat menghilangkan rasa lelah dan trauma. Selanjutnya korban melanjutkan perjalanan ke daerah asal ataupun ke tempat saudara mereka seperti Surabaya dan daerah lainnya.

Yolanda mengatakan, penyembuhan yang dilakukan khusus untuk anak-anak dengan mengajak menggambar, mewarnai, menyanyi dan naik pesawat hercules.

“Kegiatan-kegiatan itu dilakukan agar anak-anak merasakan kenyamanan saat bermain dan menghilangkan rasa trauma,” celetuknya.

Menurutnya, dalam layanan trauma healing melakukan pendekatan secara psikologi sebagai deteksi awal. Karena pada layanan tersebut pihaknya juga menyediakan psikolog.

“Kita mungkin pendekatannya dari psikologi awal apakah ada tingkat trauma. Ada juga yang sudah berangkat kita lakukan konseling untuk menghilangkan ketakutan,” terang Yolanda yang juga menjabat sebagai Kasubdit Remaja anak-anak dan orangtua Polda Kaltim.

Yolanda menambahkan, trauma healing sangat diperlukan apalagi untuk menghilangkan rasa trauma itu membutuhkan waktu yang cukup khususnya penyembuhan orang dewasa.

“Kalau anak-anak diajak bermain dan berbagai kegiatan lainnya sedikit lupa dengan kejadian yang pernah dialami. Kalau orang dewasa mungkin rasa trauma itu butuh waktu,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...