Program Desa Bebas Narkoba Punya Daya Tangkal Kuat

139
Ilustrasi-Foto: Dokumentasi CDN

AMBON – Badan Narkotika Nasional (BNN) mencanangkan program Desa Bebas Narkotika di Maluku. Program tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Pemprov Maluku, karena bisa menjadi percontohan pencegahan penyaluran maupun pemakaian narkoba di Maluku.

“Kami mendukung program strategis tersebut, karena Maluku termasuk daerah yang rawan akan peredaran narkoba,” kata Gubernur Maluku, Said Assagaff, Sabtu (13/10/2018).

Program pengembangan desa tersebut dianggap memiliki daya tangkal, terhadap godaan mengonsumsi narkoba. Dibutuhkan komitmen dan kesungguhan hati untuk memerangi narkoba di Maluku. “Bila masyarakat sadar, maka bandar maupun pengedar narkoba kesulitan untuk bertransaksi barang haram tersebut,” ujarnya.

Di Maluku, pada 2016 lalu tercatat ada 24 kasus pelanggaran narkoba, dengan 34 tersangka. Pada 2017 ada enam kasus, dengan delapan tersangka, sedangkan di 2018 ini, hingga akhir September terdapat sembilan kasus dengan 17 tersangka.

Tercatat, sebanyak 1.490 orang telah direhabilitasi dari ketergantungan narkoba, baik pada lembaga dan instansi pemerintah, maupun tempat rehabilitasi milik masyarakat. “Kami pun perlu memiliki tempat rehabilitasi, makanya perlu mencari lahan untuk membangun fasilitas tersebut,” ujar Said.

Merujuk hasil survei yang dilakukan Universitas Indonesia (UI), yang menempatkan Maluku pada posisi ke-24 dari 34 provinsi di Indonesia, dengan jumlah penyalahgunaan narkoba mencapai 1,59 persen. Sedangkan penyalahgunaan narkoba khusus di kalangan pelajar, pemuda dan mahasiswa, mencapai 2,0 persen.

Angka tersebut termasuk mereka yang pernah menggunakan, maupun mengonsumsi narkoba selama setahun terakhir. “Mencemati persentasinya, maka angka tersebut relatif tinggi sehingga perlu menjadi perhatian semua pihak,” katanya.

Disinggung di jajaran ASN, surat edaran Menpan dan RB No.20/2017, telah jelas melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba dan penyebarluasan informasi tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan gelap narkoba, tes urine kepada seluruh ASN, termasuk calon ASN. Termasuk  membentuk Satgas anti narkoba dimasing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Jadi saya mengajak masing-masing OPD untuk bersama-sama memerangi dan meningkatkan kesadaran bahaya narkoba sebagai upaya mewujudkan desa di Maluku bebas dari narkoba,” pungkas Said. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...