Promosi Daring Andalan Lemper Sepinggan

Editor: Mahadeva WS

204

BALIKPAPAN – Promosi secara online dengan media sosial, saat ini sudah menjadi hal yang harus dilakukan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), agar produk yang dihasilkan dikenal masyarakat. Upaya itulah yang dilakukan pelaku usaha kuliner Lemper Sepinggan sejak 2014 silam.

Pelaku UKM Kuliner Lemper Sepinggan Muhammad Syafiq saat mendapatkan Penghargaan UKM WOW 2017 – Foto Ferry Cahyanti

Owner Kuliner Lemper Sepinggan, Muhammad Syafiq, menggeluti usaha kuliner sejak 2014 silam. Dan sejak itu, toko utamanya ada secara online atau di media dalam jaringan (Daring). “Sejak awal usaha, lemper Sepinggan melakukan promosi dan penjualan secara online. Utamanya dengan media sosial, yang dimiliki untuk promosi. Upaya membuahkan hasil, pesanan datang dari promosi online yang dilakukannya,” ungkap Syafiq, Selasa, (2/10/2018).

Bermodal usaha yang tidak banyak, Diapun bisa menghasilkan omzet yang dapat menutup kebutuhan biaya produksi usaha. “Saya buat lemper dengan modal Rp50 ribu isi ayam. kemudian di upload ke media sosial pribadi. Eh ini ada lemper enak sekali, kemudian saya bilang bisa pesan dengan nomor lain. Kemudian ada yang komentar, dan ternyata ada yang order satu box isi 10,” celetuk pria kelahiran Kebumen, Jawa Tengah tersebut.

Syafiq menyebut, pertama kali membuat lemper hanya dengan bahan baku satu kilogram ketan. Seiring berjalannya waktu, promosi yang terus dilakukan dan pesanan datang semakin meningkat, dalam sehari kini membuar lemper dengan bahan baku hingga 30 kilogram ketan.

“Dulu satu bulan omzet yang kami peroleh sekitar Rp4 juta sampai Rp5 juta, sekarang sudah naik 4 kali lipatnya bahkan lebih. Karena berjalannya waktu lemper Sepinggan menjadi kuliner oleh-oleh kota Balikpapan, sehingga kami letakkan kuliner kami di bandara dan outlet lainnya,” sebut pria yang pernah berprofesi sebagai Jurnalis media lokal di Balikpapan tersebut.

Kini, usaha kuliner lemper Sepinggan masih mampu bertahan dan terus melebarkan usaha, dengan membuka satu konter sendiri, dan memperluas ke ritel modern. “Walau sudah ada konter dan memperluas ke ritel modern, kami tidak meninggalkan promosi produk dengan daring. Karena dengan daring melalui media sosial, pelanggan akan tahu apa yang baru dari usahanya. Seperti ada rasa apa, karena kami selalui berinovasi dengan isi lempernya dari ayam, tuna hingga kepiting,” tandasnya.

Syafiq juga menggunakan jasa pengiriman kilat, untuk mengirimkan kulinernya apabila ada pesanan dari luar daerah. Mengingat pesanan datang, tidak hanya dari lokal Balikpapan namun juga dari luar daerah seperti Surabaya, Jakarta, Tangerang, Bekasi bahkan ke luar negeri. “Kita menggunakan jasa pengiriman kilat, karena kuliner lemper ini harus cepat antar, sejak tahun kedua atau 2015 pembuatan lemper sepinggan sudah ada pesanan dari luar daerah. Pengiriman mulai dari Jakarta, Surabaya, Bekasi, Tangerang, Bandung, Bali dan daerah lainnya,” katanya dengan bahagia.

Tips agar produk mampu bertahan ditengah persaingan ekonomi kreatif yang semakin kompetitif, harus menjaga kualitas, dan menguatkan promosi. Kemudian berani pasang iklan agar lebih mengena kepada sasaran. “Rajin-rajin posting di media sosial yang terjadwal, ibaratnya posting itu seperti toko,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...