Puluhan Kartunis Kritisi Prilaku Korupsi Lewat Karikatur

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MALANG — Puluhan kartunis dari beberapa daerah ikut ambil bagian dalam pameran yang diselenggarakan di gedung Balai Kota Malang. Berbagai karya yang dituangkan di lembaran kertas menjadi salah satu bentuk kritikan dan warning akan bahaya korupsi.

Ketua pelaksana, Sawir Wirastho menjelaskan, seniman sebagai salah satu elemen masyarakat memiliki hak yang sama dalam menyuarakan kritikan sekaligus fungsi pengawasan atau kontrol terhadap pemerintah terutama terkait korupsi.

“Sebagai seniman juga memiliki hak kontrol sama dengan masyarakat lainnya terhadap sebuah kekuasaan. Untuk itu, kami sebagai seniman kartunis menggunakan hak kontrol tersebut dalam bentuk karikatur,” jelasnya saat ditemui dalam pameran anti korupsi di gedung Balai Kota Malang, Selasa (2/9/2018).

Menurutnya kritik-kritik yang disampaikan dalam bentuk kartun tentunya selain dapat menyentil, tetapi juga akan memancing senyuman dari mereka yang melihat karya tersebut. Karena bagaimanapun juga, mereka yang sudah duduk di kursi kekuasaan ketika diberikan kritik dengan keras, belum tentu mau mendengar dan menerimanya.

“Oleh karenanya kami ingin mengritik tapi dengan cara yang elegan, yakni melalui gambar karikatur,” ucapnya.

Bagaimanapun juga seluruh elemen masyarakat harus ikut berperan dalam membangun daerahnya dan mencegah terjadinya korupsi. Lebih lanjut disampaikan Sawir, karikatur tersebut nantinya tidak hanya akan dipamerkan selama tiga hari di Balai Kota, tapi juga akan ditindaklanjuti menjadi sebuah buku.

“Jadi semua karya karikatur yang dipamerkan saat ini nantinya akan dijadikan satu menjadi sebuah buku sebagai pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” terangnya.

Ketua pelaksana pameran, Sawir Wirastho. Foto: Agus Nurchaliq

Buku-buku tersebut kemudian akan dibagikan kepada instansi-instansi, guru bahkan siswa sekolah sebagai pengingat mengenai bahaya korupsi.

“Jadi kami utamakan kepada generasi muda sebagai salah satu pembekalan bagi mereka agar mampu menangkal perilaku korupsi sejak dini,” ucapnya.

Sementara itu, disampaikan Sawir, para kartunis yang mengikuti pameran anti korupsi berasal dari Bandung, Yogja, Jakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Bali dan Malang.

Sebenarnya ada 200 karya karikatur dari 70 kartunis yang rencananya akan dipamerkan. Tetapi karena keterbatasan ruang pameran, sehingga total yang di pamerkan hanya 110 karya.

“Insyaallah pada bulan Desember nanti akan ada pameran lagi yang lebih besar. Tapi harapannya lokasi tidak hanya berada di satu titik, tetapi di beberapa titik, seperti di pusat pemerintahan dan di kampus,” pungkasnya.

Lihat juga...