Puskesmas di Balikpapan Layani Tes dan Konseling HIV/AIDS

Editor: Satmoko Budi Santoso

130

BALIKPAPAN – Seluruh Puskesmas Kota Balikpapan menyediakan layanan testing dan konseling penyakit HIV/AIDS untuk mempermudah masyarakat yang merasa berisiko terhadap penyakit tersebut.

Berdasarkan data hingga triwulan kedua tahun 2018 temuan kasus HIV/AIDS mencapai 114 kasus baru.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Suheriyono, menjelaskan, jumlah kasus temuan baru itu bertambah. Tahun 2017 lalu ditemukan 371 kasus. Jumlah kematian hingga triwulan II/2018 sebanyak 10 orang.

“Bertambahnya kasus juga layanan tes ada di Puskesmas sehingga masyarakat yang berisiko memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan, dan kami juga turun ke lapangan,” tuturnya, Jumat (12/10/2018).

Dalam memberikan kesadaran kepada masyarakat yang berisiko, pihaknya juga melakukan skrining ke tempat-tempat berisiko seperti panti pijat, Rutan, dan Lapas, juga tempat hiburan lainnya.

“Kami juga melakukan skrining ke tempat-tempat yang berisiko. Petugas kami juga melakukan kunjungan keliling ke beberapa tempat seperti panti pijat, Rutan dan Lapas, juga kafe,” tandas Suheriyono.

Menurutnya, sejak lokalisasi Kilometer 17 dan Manggar Sari ditutup, untuk melakukan skrining mengalami kesulitan, karena pihaknya harus melakukan pemetaan lagi.

“Kita harus lakukan pemetaan tempat dan sejumlah komunitas yang berisiko. Kalau dulu ada lokalisasi langsung ke tempatnya untuk melakukan skrining, sekarang kami menyebar,” paparnya.

Upaya yang dilakukan untuk menekan angka penderita HIV/AIDS, lanjut Suheriyono, tidak hanya melakukan skrining. Namun juga melakukan penyuluhan karena apabila sudah terdeteksi maka penderita tidak bisa sembuh sehingga mereka harus berobat seumur hidup.

“Pelayanan pengobatan bagi para penderita ada pada sejumlah fasilitas kesehatan. Untuk layanan pengobatan ada di Puskesmas, Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo, dan Rumah Sakit Tentara,” sebut Suheriyono.

Dia berharap, dengan upaya yang dilakukan seperti penyuluhan dan terjun langsung ke lapangan dapat memberikan kesadaran bagi yang berisiko untuk melakukan testing di fasilitas kesehatan yang tersedia.

“Tempat pelayanan sudah banyak dibuka, dan untuk memudahkan dalam melakukan pengobatan,” imbuhnya.

Baca Juga
Lihat juga...