Rayakan Hari Batik, Pusat Perbelanjaan Gelar Pameran Batik

Ilustrasi – Kain tradisional- Dokumentasi CDN

JAKARTA — Thamrin City sebagai salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta merayakan Hari Batik Nasional dengan menyelenggarakan pameran baju batik selama empat hari, 29 September – 2 Oktober 2018 sebagai upaya melestarikan warisan adiluhung bangsa yang sudah menjadi warisan dunia.

“Kami menggelar berbagai macam acara menarik. Diantaranya, Trade In Batik yaitu menukarkan batik lama dengan batik baru secara gratis. Disertai penjualan batik seharga batik hanya lima ribu rupiah untuk satu potong batik, lelang batik, bazaar batik, gelar Musik Etnik, Rampak Kendang, dan fashion show batik trend, dan ditutup dengan penampilan The Ikan Bakars, D’Masiv, Geisha,” jelas Adi Adnyana selaku General Manager Thamrin City, dalam keterangan pers, di Jakarta, Minggu (30/9/2018).

Dia menambahkan, hasil dari penjualan batik harga lima ribu perpotong akan diberikan kepada Bazis untuk disumbangkan ke saudara-saudara yang terkena bencana di Lombok.

Sedangkan Trade In Batik yaitu menukarkan batik lama dengan batik baru gratis, lelang batik adalah melelang harga batik pengrajin dengan harga khusus, yang merupakan persembahan dari para pengrajin dan pedagang batik di pusat batik nusantara Thamrin City.

Kehadiran pusat batik nusantara di pusat perbelanjaan tersebut telah menjadikan batik sebagai bisnis yang menguntungkan para pedagang. Di antaranya Cindy Sosrodiningrat pemilik Boutique Eyang Putri

“Saya sudah berbisnis batik selama 8 tahun ini, trend penjualan batik dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan dukungan pemerintah melalui regulasi dan promosi yang makin gencar. Trend penjualan batik Sogan kami yang berciri warna alam khas dari Solo semakin meningkat dari tahun ke tahun dan apalagi didukung oleh pemerintah yang sekarang mewajibkan memakai batik,” terang Cindy.

Gairah mengembangkan usaha batik daerah kini dirasakan oleh Anna Setyaningsih pemilik gerai Batik Betawi yang telah menggeluti dunia usaha batik sejak tahun 2011 dan mulai membuka usahanya sejak awal tahun 2018.

Baginya, kreasi Batik Betawi yang menonjolkan warna-warna terang menjadi tantangan tersendiri. “Warna-warna terang yang dominan dalam Batik Betawi merupakan ciri orang Betawi yang berani,” ujar Anna.

Di tokonya, Anna menjual baju batik dengan motif ondel-ondel, Monas , Tugu Selamat Datang , Patung Pancoran serta Flora dan Fauna Jakarta.

“Harga bervariasi mulai dari Rp150.000 hingga Rp750.000 untuk baju batik dan kain batik yang dijual per lembar,” katanya. (Ant)

Lihat juga...