Rehabilitasi Pasca-Gempa, Inggris Berikan Bantuan

Editor: Satmoko Budi Santoso

199

BALIKPAPAN – Bantuan bagi korban gempa Sulawesi Tengah dari negara sahabat sejak kemarin (5/10) terus berdatangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

Pesawat militer yang hilir mudik tidak hanya milik TNI, namun juga pesawat militer asing mulai dari India, Singapura, Jepang, Australia hingga Selandia Baru juga datang untuk mengirimkan bantuan.

Pesawat pertama dari Angkatan Udara Kerajaan Inggris yaitu Royal Air Force A400 hari ini (5/10) juga telah mendarat di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Selanjutnya pesawat kedua telah terbang dari Inggris menuju Indonesia dan direncanakan pesawat ketiga menyusul untuk menjadi jembatan udara antara kota Balikpapan dengan Palu.

Pesawat pertama dari Angkatan Udara Kerajaan Inggris yaitu Royal Air Force A400 – Foto Ferry Cahyanti

“Pesawat datang dengan membawa bantuan berupa tenda, terpal, peralatan kebersihan yang berguna untuk korban gempa di Sulawesi Tengah, baik di Palu, Sigi, Donggala dan Parigimotong. Total bantuan senilai Rp60 miliar,” ucap Moazzam Malik, Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia, saat datang ke Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Jumat (5/10/2018).

Dia menuturkan, dalam memberikan bantuan untuk Indonesia diupayakan karena kami sadar dampak bencana alam sangat berat.

“Indonesia tidak sendiri, kami upayakan membantu dengan maksimal. Kami tetap melakukan koordinasi dengan TNI dan pemerintah Indonesia untuk memastikan peran dan bantuan kemanusiaan tersalurkan,” tandas Dubes Inggris.

Pemerintahan Inggris juga membentuk crisis operation room di Jakarta yang telah bekerja sesudah gempa dan tsunami menerjang kota Palu dan beberapa daerah lainnya di Sulawesi Tengah. Inggris juga belum menetapkan masa operasi pasca-bencana karena tetap menunggu informasi dari pemerintah Indonesia.

Inggris juga tidak hanya memberikan bantuan peralatan di masa darurat, pihaknya juga siap dalam proses rehabilitasi pasca-gempa. Termasuk akan mendanai lembaga-lembaga kemanusiaan yang sudah beraktivitas di Sulawesi Tengah.

“Kami akan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia, dengan LSM-LSM internasional yang sudah memiliki mitra lokal agar daerah yang terdampak bencana bisa kembali pulih. Kami akan terus menerus menyalurkan bantuan kemanusiaan selama beberapa bulan ke depan,” imbuhnya.

Berdasarkan data Satgas Bantuan Luar Negeri untuk Palu di Balikpapan dari Kementerian Luar Negeri RI, negara Singapura membawa bantuan berupa obat-obatan, makanan, air mineral dan tenda lapangan yang beratnya sekitar 8 ton per pesawat.

Selanjutnya dari Australia membantu berupa familiy shelter yang dilengkapi perlengkapan tidur untuk satu keluarga termasuk 200 unit perkakas tenda, ratusan terpal dan peralatan tenda.

“Sejak tadi pagi diterbangkan bantuan berupa obat-obatan dari negara Singapura. Banyak bantuan yang datang ke Balikpapan dan belum terkirim ke Palu,” sebut Kolonel CKM Nana Sarnadi, Paban V Slog Kes Mabes TNI.

Ada pun bantuan dari India mengangkut obat-obatan dan personel paramedis militer. “Paling banyak dari India dan sebagian bantuan sudah diterbangkan. Kalau dari Malaysia baru tiba juga,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...