Ritual Siklus Hidup Orang Bali Ditampilkan Sambut IMF-WB 2018

Editor: Koko Triarko

248
BADUNG – Berbagai suguhan diberikan untuk memeriahkan rapat tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) 2018, mulai dari fasilitas pelayanan, hingga pagelarangan seni dan budaya Indonesia, termasuk Bali.
Pemerintah Indonesia melalui Pemprov Bali, menggelar Karnaval Budaya bertema “The Life and Economy of Bali” di kawasan ITDC, Nusa Dua, Jumat (12/10/2018). Dalam karnaval itu, tampak antusiasme Presiden RI, Joko Widodo, serta Gubernur Bali, Wayan Koster, menonton tiap atraksi yang disuguhkan oleh para seniman.
Tampak Gubernur Koster berkali-kali menjelaskan tentang makna upacara dalam atraksi itu, yang menggambarkan kehidupan masyarakat Bali beserta ritualnya dari baru lahir hingga meninggal.
Gubernur Koster mengatakan, untuk memeriahkan iven IMF-WB 2018 ditampilkan karnaval budaya yang menggambarkan tentang keragaman, kemegahan dan keagungan budaya Bali.
“Tema karnaval ini juga mengandung arti ritual siklus hidup (Rites of Passage), masyarakat Hindu di Bali, dari lahir hingga kematian,” katanya.
Koster menjelaskan, keunikan Bali dengan beragam adat-istiadat, budaya serta alam yang indah, sehingga Bali memiliki berbagai julukan, The Island of Gods, The Last of Paradise, serta The Island  of Love.
Orang nomor satu di Bali ini juga menambahkan, tata kehidupan orang Bali yang harmonis tidak lepas dari filosofi Tri Hita Karana, yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia serta manusia dengan alam.
“Prinsip hidup orang Bali itu tidak pernah lepas dari Tri Hita Karana. Maka, sudah seharusnya ini dikenakan kepada masyarakat dunia,” pungkas Gubernur, yang baru dilantik beberapa bulan ini.
Karnaval menyuguhkan atraksi yang sangat menarik dan dikemas dalam sajian ritual keagamaan dari manusia baru lahir hingga meninggal. Ada pun ritual-ritual tersebut dari bayi kepus puser, upacara tiga bulanan, upacara Ngeraja Sewala atau upacara beranjak dewasa yang biasanya dilakukan saat anak berusia 14 tahun.
Berikutnya adalah upacara potong gigi, upacara pernikahan dengan mengusung adat Bali timur, dan terakhir upacara Ngaben dengan tampilan Bade, Lembu beserta Naga Banda.
Baca Juga
Lihat juga...