Sanur Kaja Keluarkan Larangan Konsumsi Daging Anjing

Editor: Koko Triarko

205
DENPASAR – Kekerasan pada hewan kerap terjadi di mana-mana, dan kerap berujung kematian pada hewan hingga dagingnya dikonsumsi. Sehingga Pemkot Denpasar dalam peringatan Hari Rabies Sedunia, mendukung Peraturan Desa (Perdes) Sanur Kaja, yang melarang keras masyarakat mengkonsumsi daging anjing.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perbekel Desa Sanur Kaja, yang pada hari ini meluncurkan Perdes perlindungan anjing, karena melalui perdes ini Denpasar akan bebas dari virus rabies yang nantinya diharapkan desa-desa lainya bisa mengikuti langkah perlindungan terhadap hewan,” ujar Wakil Wali Kota I Guasti Ngurah Jaya Negara, saat membuka Hari Rabies Sedunia, di Wantilan Pura Dalem Kadewatan, Sanur Kaja, Denpasar, Minggu (7/10/2018).
Lebih lanjut, Jaya Negara melarang keras tindakan kekerasan terhadap hewan, serta melarang keras mengkonsumsi daging anjing. Sehingga, langkah-langkah penyelamatan hewan dari penyakit, seperti rabies yang disebabkan oleh gigitan anjing telah dilakukan sosialisasi dan vaksinasi bagi hewan peliharaan, yang secara rutin telah dilakukan di Kota Denpasar.
“Dalam peringatan Hari Rabies Sedunia ini, bisa dijadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yang memiliki hewan peliharaan, agar mampu memelihara dan menjaga kesehatan hewan peliharaannya dengan baik,” kata Wakil Wali Kota asal Denpasar ini.
Menurutnya, langkah perdes ini juga telah diikuti Pemkot Denpasar dengan sosialisasi stop kekerasan terhadap hewan, langkah Kastrasi Anjing, vaksinasi rabies gratis, dan sterilisasi anjing setiap tahunnya. Program ini telah mampu membawa Kota Denpasar bebas Rabies sejak 2016.
Sementara itu, Perbekel Sanur Kaja, Made Sudana, mengatakan penguatan terhadap perlindungan anjing, di samping dilakukan dengan vaksinasi rabies oleh Pemkot Denpasar, juga diperkuat dengan dikeluarkannya Perdes Sanur Kaja. Hal ini mengatur larangan kekerasan terhadap anjing, terlebih dagingnya dikonsumsi.
Dengan terwujudnya Perdes ini, katanya, diharapkan kepedulian masyarakat Sanur terhadap penyakit rabies semakin meningkat, serta menghentikan perdagangan daging anjing, menjamin populasi anjing Bali secara baik dan menjamin kebebasan hidup hewan, khususnya anjing.
“Perdes ini jelas mengatur larangan menganiaya, mencuri, dan membuang anjing dalam keadaan hidup atau mati. Kita harap, Denpasar ke depan bisa bebas dari rabies,” imbuhnya.
Kegiatan Hari Rabies Sedunia ini bersinergi dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNUD, Program Dharma Sanur, Yayasan BAWA Bali, Internasional Fund for Animal Welfare (IFAW), Center for Publick Health Innovation (CPHI) dan Desa Sanur Kaja
Baca Juga
Lihat juga...