Sate Lilit, Menu Kuliner Warisan Budaya Bali

Editor: Mahadeva WS

255

BADUNG – Selain ayam betutu, satu lagi kuliner yang wajib dicoba jika sedang berlibur ke Bali, yaitu sate lilit. Menu kuliner tersebut, biasanya hanya dapat dijumpai di daerah asalnya di Kabupaten Jembrana.

Namun kini, salah satu kuliner terbaik di Bali ini ditampilkan di acara promosi wisata di Malang Discovery Kartika Plaza, di kawasan Kuta yang bertajuk Discover Wonderful Indonesia. Sate lilit disajikan kepada setiap wisatawan yang datang dalam kegiatan tersebut.

Niluh Sri Ekayani sang pembuat sate lilit.-Foto: Sultan Anshori.

Niluh Sri Ekayani, sang pembuat sate lilit menyebut, kuliner itu merupakan jenis sate yang dibakar pada umumnya. Yang membedakan, adalah bahan baku utama dari sate lilit.  Jika sate pada umumnya menggunakan daging ayam atau sapi. Sate lilit khas Bali memilih menggunakan ikan laut.

Biasanya ikan yang sering dijadikan bahan baku utama adalah ikan tuna dan ikan tenggiri. “Ada juga yang menggunakan bahan baku ayam,” ucap Niluh Sri Ekayani saat ditemui di stand botnya, Sabtu, (13/10/2018).

Wanita yang akrab disapa dengan sebutan Mbok Luh ini menambahkan, selain bahan baku utama berupa ikan ataupun ayam. Yang tidak lupa adalah bumbu untuk membuat sate lilit. Untuk membuatnya, biasanya menggunakan berbagai jenis bumbu dapur. Mulai dari bawang putih dan merah, serai, ketumbar, cabai, jahe, kencur kunyit, dan berbagai jenis bumbu lainnya.

Untuk membuat sate lilit cukup mudah. Bahan baku ikan atau ayam terlebih dahulu dibersihkan hingga terpisah dari tulang. Kemudian diberi kelapa parut yang telah disangrai. Dibaluri rempah-rempah, kemudian dililitkan ke batang bambu yang pipih dan lebar, atau ke batang serai. Proses akhir dibakar sebelum dihidangkan.

Pembakaran sate lilit, harus menggunakan cara manual, dengan kayu bakar dari sabut kelapa, atau kayu kering. Hal itu dibutuhkan, agar rasa bumbu Bali yang dibalutkan ke ikan atau ayam terasa lebih nikmat dan gurih. “Istilah orang Bali menyebutnya sebagai bumbu lengkap atau bumbu besar,” imbuh Mbok Luh sembari menawarkan sate lilit kepada wisatawan asal Cina.

Sate Lilit khas Bali.-Foto: Sultan Anshori.

Sate lilit di masyarakat Bali, biasa disajikan pada momen tertentu. Seperti kegiatan upacara, sajian resepsi pernikahan atau syukuran, atau sekedar disantap biasa sehari-hari sebagai lauk di rumah. Sate lilit biasanya dapat ditemukan di warung-warung hampir di seluruh pelosok Bali. “Biasanya kalau diluaran, sate lilit ini di jual dengan harga Rp1.500 per bijinya,” tambahnya.

General Manager Discovery Shopping Mall, Gustaf Riandory mengatakan, pihaknya sengaja menyajikan berbagai macam sajian kuliner nusantara. Terlebih khusus kuliner khas Bali, karena kuliner bagian daripada budaya. Oleh karena itu, pihaknya dalam acara kali ini, secara khusus menampilkan 150 hidangan gratis untuk tamu yang datang.

“Banyak wisatawan asing yang datang ke Indonesia termasuk ke Bali ingin menikmati budaya. Nah karena kuliner bagian yang tidak terpisahkan dengan budaya maka sudah seharusnya kami juga menampilkan berbagai kuliner khas nusantara termasuk Bali,” pungkas pria asal Sumatera Barat ini.

Baca Juga
Lihat juga...