Satu Bulan, Balikpapan Optimis Vaksinasi MR Capai 95 Persen

Editor: Satmoko Budi Santoso

173

BALIKPAPAN – Memasuki Bulan Oktober 2018, pencapaian pelaksanaan vaksin imunisasi Measles dan Rubella (MR) di Kota Balikpapan baru mencapai 48 persen. Masih rendahnya pencapaian pelaksanaan vaksin campak dan rubella tersebut, karena polemik kandungan dari vaksin tersebut sehingga masih ada orang tua yang menolak untuk melakukan vaksin.

Untuk mencapai 95 persen pelaksanaan vaksin campak–rubella tersebut, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan diberikan waktu satu bulan ke depan oleh Kementerian Kesehatan. Pemberian waktu itu karena adanya permasalahan-permasalahan yang ditemui.

“Sampai sekarang 48 persen, jadi kurang lebih 52 persen yang harus kita kejar. Kita diberikan waktu satu bulan oleh Kementerian kesehatan, untuk melakukan vaksin karena ada permasalahan-permasalahan. Ya mudah-mudahan 52 persen bisa kita capai satu bulan ke depan,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Balerina JPP, usai melakukan sosialisasi pelaksanaan imunisasi MR di Aula Pemerintah Kota Balikpapan, Selasa (2/10/2018).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Balerina JPP – Foto Ferry Cahyanti

Menurut Balerina, apabila pelaksanaan vaksin atau imunisasi MR ini belum mencapai target dan telah diberikan waktu, maka dapat dinyatakan Keadaan Luar Biasa (KLB). Karena berdasarkan data dari tahun ke tahun untuk kota Balikpapan, kasus rubella sebanyak 29 kasus tahun 2016, sementara tahun 2017 meningkat sebanyak 127 kasus.

“Kalau bisa menjadi KLB iya, karena apa, data dari tahun ke tahun dimana 2016 ada 29 kasus rubella, masuk 2017 sebanyak 127 kasus. Kalau kita hitung kurang lebih 400 persen. Kalau pada saat ini kita tidak mencapai 95 persen, maka itu yang akan mengakibatkan KLB. Kalau KLB, maka semuanya harus divaksin walaupun sudah disuntik. Dan tidak boleh menolak,” tegasnya.

Upaya yang dilakukan untuk mencapai 95 persen tersebut, lanjut Balerina, dengan melakukan sosialisasi ke sekolah dan Puskesmas agar sasaran dapat tercapai. Persoalan-persoalan yang ditemui pun dapat diselesaikan melalui sosialisasi.

“Langkah-langkahnya, kita melakukan persiapan tenaga, permasalahan yang ada kita selesaikan. Narasumber untuk melakukan sosialisasi di tingkat puskesmas harus ditingkatkan. Optimis akan tercapai targetnya, melihat sekolah antusias, dan tenaga medis untuk melaksanakan vaksin juga antusias,” imbuhnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data ada 172.780 anak di kota Balikpapan akan memperoleh imunisasi Measles dan Rubella (MR) guna mencegah penyakit Campak dan Rubella. Anak yang memperoleh vaksin itu usia 9 hingga 15 tahun. Anak sekolah sebanyak 118.607 dan di luar sekolah berjumlah 54.173 anak.

Baca Juga
Lihat juga...