SBF 2018 Angkat Kharisma ‘Batik’ Nusantara

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

181

SOLO — Solo Batik Fashion 2018 siap memanjakan masyarakat yang tengah berkunjung di Solo, Jawa Tengah, selama tiga hari ke depan. SBF yang sudah diselenggarakan sejak 2008 itu mengangkat Kharisma Batik Nusantara sebagai tema yang ingin dituangkan puluhan desainer terkenal di Indonesia.

Ketua Penyelenggara SBF 2018, Djongko Rahardjo mengatakan, keberadaan batik telah menginsipari banyak sekali desainer sehingga melahirkan karya-karya seni yang luar biasa. Keberagaman dari Sabang hingga Merauke inilah yang coba ditungkan dalam SBF yang tahun ini lebih menggunakan konsep indoor.

“SBF ini diharapkan dapat menginspirasi para cerator busana, pengrajin, pengusaha fashion dan konsumen dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih keragaman batik memiliki kekhasan sendiri-sendiri. SBF juga menginspirasi Solo sebagai Kota Budaya,” kata Djongko saat jumpa pers di Solo Paragon, rabu (10/10/2018).

Lebih lanjut disebutkan, pada SBF yang akan diselenggarakan di Solo Paragon itu akan menampilkan fashion show batik yang dilakukan oleh sejumlah pejabat, tokoh masyarakat maupun praktisi yang selama ini konsen dalam melestarikan batik.

“Ada juga pementasan dari Sendratari Soeryo Soemirat Mangkunegaran,” terang Djongko.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Solo, Nunuk Mari Hastuti menambahkan, adanya SBF 2018 diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi para desainer untuk terus mengembangkan batik sebagai fashion.

Terlebih dengan perkembangan zaman, desainer juga dituntut untuk menciptakan karya-karya perancang busana yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

“Tentu harapannya diselenggarakan SBF bisa memberikan multi efek bagi masyarakat Solo. Baik meningkatkan ekonomi kreatif baik bagi pelaku usaha, pelaku batik, budaya maupun pariwisata,” imbuhnya.

Selain itu, SBF juga diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk terus melestarikan. Sehingga para desainer juga memiliki tantangan memberikan karya terbaiknya bagi kalangan millenial sehingga turut aktif dalam pelestarian warisan budaya nusantara tersebut.

“Dengan adanya wisatawan yang datang ke Solo, secara langsung ekonomi juga akan bergerak. Tingkat akupansi juga akan naik. Melalui SBF ini kami harapkan pelaku ekonomi kretaif juga ikut bergerak, tidak hanya di belakang saja, namun berani tampil juga,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...