Serap Komoditi Singkong, Balikpapan Bentuk Aciko

Editor: Satmoko Budi Santoso

151

BALIKPAPAN – Guna membantu penyerapan komoditi singkong dalam bidang pertanian, Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Balikpapan, membentuk Asosiasi Cinta Singkong (Aciko).

Tercatat setiap tahunnya, petani memproduksi singkong di Balikpapan mencapai 6.500 kilogram dan yang terserap hanya 3.500 kilogram singkong.

Pasalnya, Asosiasi Cinta Singkong ini dibentuk dengan tujuan membantu petani singkong dalam penyerapan ke masyarakat dan mengajak masyarakat untuk menggemari makanan singkong. Selain itu untuk mengurangi ketergantungan beras dan terigu, sehingga singkong juga bisa menjadi makanan yang bisa diolah untuk kesehatan.

“Asosiasi baru digagas, pembentukan pengurusnya dalam waktu dekat. Intinya, membuat Asosiasi Cinta Singkong ini, selain alasan kesehatan juga membantu petani singkong karena harga singkong sekarang sangat murah,” jelas Kasi dan Penganekaragaman Pangan, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan, Hanna Sulistya Rahayu, Senin (1/10/2018).

Menurutnya, harga singkong yang diproduksi oleh petani sangat murah dan produksi singkong oleh petani cukup berlimpah. Bahkan dengan tingginya produksi singkong setiap tahun, sebagian besar singkong yang dipanen tidak terserap ke pasar.

“Jadi kasihan petani sudah memproduksi atau menanam singkong namun tidak terserap di pasar. Ada 3 ribu yang tidak terserap. Apalagi menanam singkong tidak begitu banyak treatment khusus, dan di musim kemarau seperti ini sangat mudah menanam singkong,” tutur Hanna.

Karena itu, dengan pembentukan Aciko yang terdiri dari sejumlah stake holder seperti Organisasi Perangkat Daerah, petani, pelaku usaha dan chef dapat membantu penyerapan singkong di Balikpapan.

“Karena tidak terserap, sama petani kalau sudah waktunya panen, dibiarkan saja menjadi kayu. Sebenarnya dari petani mau saja membuang tepung, hanya saja peminatnya masih kurang. Karenanya kami menggalakkan gemar makan singkong,” ungkapnya.

Hanna menambahkan, dengan sosialisasi gemar makan singkong ini dapat membantu petani dalam penyerapan singkong kendati harga masih murah.

“Jadi yang mulai kita galakkan adalah gemar makan singkong, karena makanan pokok itu tidak hanya dari terigu tapi juga dari singkong. Karena singkong juga bagus untuk kesehatan serta bisa diolah apa saja,” pungkas Hanna Sulistya.

Baca Juga
Lihat juga...