Sinergi Senkudaya-KSU Derami Padang Bantu Pedagang Warung Kelontong

Editor: Mahadeva WS

200

PADANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat, melalui unit usaha Tabur Puja, mengagendakan kerja sama dengan Sentra Kulakan Posdaya (Senkudaya) Padang. Hal itu untuk mendukung pertumbuhan usaha rakyat kecil di daerah setempat yang potensinya cukup bagus.

Manager Tabur Puja Padang Margono Okta/Foto: M. Noli Hendra

Manager Tabur Puja Padang, Margono Okta mengatakan, saat ini jumlah anggota Posdaya di Padang mencapai 2.560 lebih. Dari jumlah itu, 60 persennya menjalankan usaha warung kelontong. Jumlah yang cukup besar, untuk mendukung lahirnya usaha warung kelontong dari keluarga pra sejahtera.

Potensi ini, ternyata dilirik oleh Senkudaya Padang, yang menjual berbagai kebutuhan, untuk barang yang dijual di warung kelontong. “Terkait rencana kerjasama Tabur Puja dengan Senkudaya ini telah kita bahas. Cuma untuk bicara lebih seriusnya, perlu ada pertimbangan dan perlu disosialisasikan juga ke setiap Posdaya, supaya berjalan dengan baik,” katanya, Sabtu (13/10/2018).

Menurutnya, melihat  jenis barang yang dijual Senkudaya, sebagian besar merupakan kebutuhan, bagi usaha warung kelontong anggota Posdaya. Mereka adalah pemilik warung yang mendapatkan modal usaha dari Tabur Puja. Sehingga sudah seharusnya, anggota Posdaya menjadikan Senkudaya tempat membeli kebutuhan warung usahanya. “Namanya saja Sentra Kulakan Posdaya, ya memang sudah seharusnya anggota Posdaya yang memiliki usaha membeli sejumlah kebutuhan itu di Senkudaya. Tapi, apakah anggota Posdaya mau, hal inilah yang akan kita sosialisasikan,” ujarnya.

Meno, panggilan akrab Margono Okta menyebut, selama ini anggota Posdaya membeli kebutuhan usaha, ke mini market atau ke tempat pusat perbelanjaan lainnya. Sedangkan di Senkudaya, hanya sebagian kecil saja anggota Posdaya yang berbelanja. Rata-rata yang membeli di Senkudaya adalah, Posdaya yang dibentuk oleh Senkudaya.

“Saya pribadi menilai jika kerjasama Tabur Puja dengan Senkudaya itu terwujud, sangat bagus. Karena kebutuhan anggota Posdaya jadi lebih terarah. Tapi, saya agak pesimis, jika melihat sisi anggota Posdaya-nya, karena karakter dari masyarakat yang sulit untuk memahami, apabila kerjasama itu terwujud,” sebutnya.

Sejauh ini, Tabur Puja telah mencoba menyampaikan kepada Posdaya, terkait kerjasama tersebut. Dari komunikasi yang dilakukan, para pemilik warung khawatir, barang yang dijual di Senkudaya lebih mahal, ketimbang harga di tempat belanja lainnya. Untuk harapan tersebut, Senkudaya perlu memberikan harga khusus untuk anggota Posdaya, yang berbelanja ke Senkudaya. Setidaknya harganya sama dengan tempat berbalanja lainnya.

“Dari pembicaraan sebelumnya, Senkudaya akan siap menghantarkan pesanan ke tiap-tiap warung yang merupakan anggota Posdaya, setelah mengkonfirmasi kebutuhan ke Senkudaya. Layaknya seperti ngampas barang-barang,” jelasnya.

Layanan antar barang diberikan, karena sebaran Posdaya di Padang berada di daerah yang cukup jauh dari keberadaan toko Senkudaya. Artinya, tanpa ada layanan antar barang, programnya akan memberatkan masyarakat, jika harus berbelanja ke Senkudaya. Untuk itu diharapkan, kerjasama Tabur Puja dengan Senkudaya akan segera ditindaklanjuti. Terkait dana pinjaman modal usaha yang diberikan, akan ada ketentuan dari Tabur Puja.

“Jika jadi kerjasama. Seandainya pencairan itu Rp2 juta. Maka Rp1,5 juta diperuntukkan untuk berbelanja di Senkudaya, sementara sisa Rp500 ribu bisa dipegang oleh anggota atau nasabah, yang bisa digunakan untuk kebutuhan usaha lainnya,” paparnya.

Menurutnya, cara itu akan diterapkan, jika kerjasama yang diinginkan bisa terjadi. Alasan dibagi demikian, karena KSU Derami menginginkan pencairan pinjaman modal usaha benar-benar tepat sasaran, dan uang pinjaman tidak disalahgunakan. Saat ini, jumlah Posdaya di Padang yang aktif mencapai 32 unit, dengan jumlah anggota 2.560 lebih. 60 persen dari jumlah itu, menjalankan usaha warung kelontong, dan sisanya menjalankan usaha kerajinan dan home industri. “Kedepan akan ada 6 Posdaya lama tutup dan dihidupkan kembali, dan juga akan mendirikan 2 Posdaya baru,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...