SMASK St.John Paul II Maumere, Juara Pertama Sekolah Model

Editor: Mahadeva WS

299
Kepala sekolah SMASK St.John Paul II Maumere RD Fidelis Dua,M.Th.Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE – Sekolah Manengah Atas Swasta Katolik (SMASK) St.John Paul II Maumere, meraih juara pertama sekolah model. Sekolah yang sejak 2016 mengikuti seleksi dan verifikasi sekolah model tersebut menjadi yang terbaik dari penilaian Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan.

“Di kabupaten Sikka ada tiga sekolah yang mengikuti penilaian, yakni SMAN1 Maumere, SMAK Frateran Maumere dan SMASK John Paul II Maumere. Setelah melalui seleksi, akhirnya kami yang meraih juara tingkat provinsi NTT,” sebut RD Fideli Dua,M.Th, Kepala SMKASK St.John Paul II, Kamis (4/10/2018).

Dikatakan Romo Fidel sapaannya, sekolah model merupakan program lembaga penjamin mutu pendidikan, salah satu UPT dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan  RI, untuk mendampingi sekolah melakukan Startegi Penjamin Mutu Internal (SPMI) sekolah.

SMASK St,John Pail II, sejak 2017 mulai didampingi dalam program tersebut. Dan setelah program berjalan setahun, dilakukan evalusi untuk melihat benar tidaknya pelaksanaan sekolah model. Pada monitoring di Maret 2018, pihak sekolah menyampaikan semua laporan sekolah model dalam bentuk dokumen SPMI.

Dari 22 kabupaten dan kota di NTT, hanya 14 SMA yang dinyatakan lolos dalam program tersebut. “Kami diundang ke Kupang untuk melakukan kegiatan yang dinamakan desiminasi hasil sekolah model untuk semua jenjang. Yang kami lakukan disana selama pelaksanaan kegiatan tersebut, mempresentasikan praktek apa yang telah dilakukan di sekolah,” bebernya.

Pengaplikasian sekolah model dilakukan dengan judul Revitalisasi SMAS Katolik St.John Paul II Maumere, Menuju Sekolah Unggul dan Berkarakter. Dalam praktiknya, sekolah melakukan upaya perbaikan, dimulai dari perubahan pemahaman, kompetensi guru, infrastruktur sekolah, karakter dan perubahan pelayanan terhadap peserta didik.

Gedung Sekolah Manengah Atas Swasta Katolik (SMASK) St.John Paul II Maumere yang meraih juara pertama sekolah model tingkat SMA.Foto : Ebed de Rosary

Program revitalisasi yang dilakukan berkesinambungan, dan pada saat ini membawa hasil yang sangat membanggakan untuk sekolahnya. “Tantangan terberat untuk sampai kepada sekolah model yakni kita harus realistis dengan keadaan kita, dan bila kita buruk kita harus berani mengatakan kita buruk lalu dari hal yang buruk kita melihat apa yang harus dibenahi,” sebutnya.

Strategi kerja dari SPMI, membantu sekolah melihat secara detail kondisi sekolah. Hal itu diikuti dengan upaya perbaikan, lewat program bersama, yang disusun di sekolah, melalui rencana kerja jangka manengah, tahunan. Programnya dituangkan dalam rencana kerja dan anggaran sekolah.

Maria Agnes Peria, siswi kelas XII MIA, kepada Cendana News menyebut, sangat senang belajar di sekolah tersebut. Selain lingkungan sekolah yang asri dan, kualitas pendidikan yang diterima juga bagus.“Setiap siswa dituntut untuk meriah prestasi sehingga ada semangat untuk bersaing. Disiplin di sekolah ini juga sangat bagus sekali sehingga ini bisa mendidik mental dan perilaku kami,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...