SP Bansos-Rastra Maluku Sudah Sampai Oktober

141
Ilustrasi Penyaluran bantuan rastra/Foto: Dok: CDN

AMBON – Proses penyaluran Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos-Rastra) di Provinsi Maluku sudah sampai Oktober 2018. Namun tidak semua daerah mendapatkan penyaluran hingga Oktober 2018.

“Jadi Surat Perintah (SP) penyaluran dari Kementerian Sosial itu sudah terbit untuk semua kabupaten dan kota di Maluku sampai dengan Oktober 2018, kecuali Kabupaten Seram Timur, Maluku Tengah, Buru Selatan, Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya, dan Kepulauan Aru surat perintah penyalurannya bahkan sudah sampai Desember 2018,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Publik Divisi Regional (Divre), Perum Bulog Maluku, Armin Bandjar mengatakan, Sabtu (13/10/2018).

Dengan kondisi tersebut, Bulog Maluku, berupaya untuk mempercepat proses penyaluran Bansos-Rastra. Hal itu mempertimbangkan kondisi di akhir tahun yang sering mengalami cuaca ekstrem, berupa tingginya gelombang laut yang menyulitkan penyaluran bantuan. “Karena itu, penyaluran tahun ini, yang belum tersalur dimaksimalkan pada Oktober hingga Desember 2018,” katanya.

Sedangkan di kabupaten lain, pihaknya mengusulkan untuk penerbitan surat perintah yang sama, yakni sampai dengan Desember 2018, untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Realisasi Bansos-Rastra di Maluku, untuk seluruh kabupaten dan kota berjalan dengan lancar, terhitung sejak Januari 2018. Beberapa ecamatan di Kabupaten Maluku Tengah agak terlambat dalam proses penyaluran diantaranya, Kecamatan Saparua, Kecamatan Batubual di Kabupaten Buru.

Khusus untuk Kecamatan Batubual, mulai Sabtu (13/10/2018) sudah mulai dilakukan pemuatan bantuan di kapal. Yaitu Bansos Rastra untuk jatah sampai dengan Oktober. Selain itu, ada tujuh kecamatan di Kabupaten Seram Timur, yang belum jalan samasekali, mulai Januari 2018 hingga sekarang. “Kemarin ada Ketua DPRD setempat yang mendatangi Bulog Maluku untuk melakukan koordinasi sekaligus mempertanyakan keterlambatan penyaluran Bansos-Rastra ke daerah itu,” ujarnya.

Persoalan distribusi hanya di dana transportasi, dari titik akhir penyaluran Bulog yakni kecamatan. Dibutuhkan dana untuk menyalurkan bantuan, dari kecamatan ke desa-desa yang dananya belum disediakan Pemda setempat. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...