Subjektivitas Sebabkan Orang Percaya Hoaks

108
Hoaks, ilustrasi -Dok: CDN
JAKARTA – Bias personal atau subjektivitas, dapat mendorong seseorang untuk mempercayai, bahkan menyebarkan berita bohong atau hoaks.
“Otak kita memiliki yang namanya bias konfirmasi (confirmation bias). Ketika kita menyukai atau mempercayai sesuatu, otak kita akan cenderung menolak informasi yang mengatakan, bahwa hal itu tidak benar atau salah,” kata dosen di Fakultas Jurnalistik American University, Margaret Farley, pada diskusi bertajuk “Fake News: How to Know What to Believe” di @america Pacific Place Jakarta.
Perempuan ahli jurnalistik yang akrab disapa Maggie, itu,mengatakan, sebagai penerima informasi, masyarakat juga harus menyadari adanya subjektivitas atau bias tersebut, karena dengan demikian, akan muncul kemampuan untuk membedakan berita bohong dengan fakta.
“Para pembuat hoaks sangat memahami cara otak kita bekerja. Secara alamiah, kita sering tertarik pada berita-berita yang membuat kita bereaksi, itulah mengapa kebanyakan berita bohong menggunakan judul-judul yang mencengangkan. Mereka memang dengan sengaja mentarget subjektivitas kita,” jelasnya.
Sementara itu, pengajar dari Universitas Media Nusantara, Ignasisus Hariyanto, menyoroti pentingnya memiliki pemikiran yang terbuka, ketimbang hanya mempercayai apa yang seseorang inginkan saja.
Sebagai contoh, kata dia, pada masa kampanye pemilihan umum Presiden, Ignasius tak pernah memutuskan pertemanan di media sosial dengan rekan-rekannya yang memiliki pandangan politik yang berbeda.
“Saya mencoba untuk memnbiasakan mendengar suara lain, supaya bisa mulai belajar untuk tidak hanya meyakini apa yang mau saya yakini. Saya mau dengarkan apa yang orang lain katakan,” kata Ignasius.
Menurutnya, hal tersebut mencerminkan praktik demokrasi yang baik, di mana Indonesia telah dikenal sebagai negara demokrasi, bahkan oleh seluruh dunia.
Acara diskusi bertajuk “Fake News: How to Know What to Believe” juga menghadirkan sejumlah pembicara lain, yaitu Aribowo Sasmito dari Mafindo, serta Arfi Bambani dari Aliansi Jurnalis Independen sebagai moderator. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...