Sumbar Penghasil Manggis Terbesar Kedua Indonesia

285
Buah Manggis - Dokumentasi CDN

SARILAMAK – Sumatera Barat (Sumbar) menjadi daerah penghasil buah manggis terbesar kedua di Indonesia. Daerah yang menjadi penghasil manggis terbanyak di Indonesia adalah Jawa Barat.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat melepas ekspor manggis asal Sumbar ke China menyebut, produksi manggis Sumbar di 2017 mencapai 34.422 ton, atau 21 persen dari produksi nasional 161.751 ton. Sementara Jawa Barat produksinya mencapai 42.122 ton atau 26 persen dari produksi nasional.

Produksi manggis se-Sumatera di 2017 mencapai 65.372 ton atau 40 persen dari produksi nasional. Untuk 2018, proyeksi angka produksi manggis nasional sebesar 166.725 ton, naik tiga persen dari 2017. Tambahan angka ekspor dari Sumbar, membuat proyeksi ekspor manggis di 2018 mencapai 60 ribu ton, atau naik lima kali lipat. Ekspor ini mencapai 38 persen dari total produksi manggis nasional 2018 sebesar 166.725 ton.

Mentan mencatat, baru pertama kali ini ada pengekspor Manggis dari Sumatera Barat, sehingga perlu dicontoh daerah lain. “Hari ini kita buktikan, berkat kemajuan teknologi yang kita hasilkan sendiri, kita tingkatkan lagi ekspor. Ekspor komoditas hortikultura ke berbagai negara,” tandasnya.

Amran menegaskan, potensi pertanian Indonesia sangat besar untuk menyediakan pangan berdaulat, atau tanpa impor. Sentra produksi manggis di Indonesia tersebar dari Sumatera sampai Nusa Tenggara Barat. “Karena itu, kami imbau lakukan gerakan masif ekspor dan investasi agar pertumbuhan ekonomi nasional semakin membaik. Sektor pertanian salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Berdasarkan data BPS, ekspor pertanian di 2017 mencapai Rp442 triliun, naik 24 persen dibanding 2016. Artinya, neraca perdagangan pertanian 2017, mengalami surplus sebesar Rp214 triliun. Ekspor komoditas hortikultura segar pada Januari hingga Juli 2018 sebesar Rp1,3 triliun, naik 60,5 persen dibanding periode yang sama di 2017, yang hanya senilai Rp0,76 triliun.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi menambahkan, proses ekspor manggis dari Sumbar tidak berlangsung singkat. Proses ekspor manggis harus melalui proses persiapan kebun, registrasi, hingga penyiapan packaging house, serta pengurusan perizinan ekspor.

Ekspor manggis ke China merupakan dampak semakin eratnya hubungan kedua negara. China memutuskan membuka kembali peluang ekspor manggis dari Indonesia setelah sempat dilarang selama empat tahun. “Dibukanya kembali ekspor manggis ke China ditandai dengan penandatanganan protokol manggis oleh Badan Karantina kedua negara pada 11 Desember 2017, yang disusul dengan ekspor perdana 1 ton manggis pada Januari 2018,” jelas Suwandi.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor manggis ke China di 2012 mencapai 8.200 ton dengan pangsa pasar 18,84 persen. Hal ini menjadikan Cina sebagai pasar ekspor manggis terbesar Indonesia. “Karenanya, untuk meningkatkan investasi dan ekspor, termasuk mendorong ekspor manggis dari Sumbar, Kementan memberi berbagai kemudahan investasi, pembinaan mutu produk petani, membantu proses registasi kebun, standar packaging house, pelayanan perkarantinaan dan lainnya untuk ekspor,” jelas Suwandi.

Sumatera Barat telah menetapkan delapan daerah kabupaten dan kota sebagai daerah kawasan manggis. Kedelapan daerah tersebut adalah, Kabupaten Limapuluh Kota, Tanah Datar, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Sijunjung, Padang Pariaman, Agam, dan Kota Padang. Langkah tersebut, diperkuat dengan SK Gubernur No.521.305.2013, tertanggal 26 Maret 2013, tentang Penetapan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...