hut

Sumur Bor Selamatkan Lahan Pertanian Warga Banjarmasin Lamsel

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Keberadaan lima titik sumur bor untuk kebutuhan pengairan lahan pertanian sangat dirasakan manfaatnya oleh petani di wilayah Desa Banjarmasin, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.

Mustar (40) ketua Kelompok Tani (Poktan) Intan Jaya menyebutkan, keberadaan sumur bor bantuan dari pemerintah program Kementerian Pertanian untuk lahan pertanian dibuat di sejumlah titik. Jenis sumur submersible dengan kedalaman antara 60 meter hingga 80 meter menghasilkan kualitas air yang cukup bagus.

“Selama ini sejumlah petani di wilayah tersebut kerap kesulitan air untuk pengairan. Namun akibat biaya pembuatan sumur bor jenis submersible mahal warga sebagian memilih menunda melakukan kegiatan bercocok tanam,”beber Mustar ketua Poktan Intan Jaya saat ditemui Cendana News, Kamis (4/10/2018).

Sumur bor yang dibuat dibuatkan rumah peneduh sekaligus digembok. Hal tersebut agar keawetan mesin sekaligus tenaga pemompa menggunakan listrik terjaga.

“Keberadaannya sangat membantu sehingga rasa memiliki sekaligus menjaga fasilitas sumur bor menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Mustar.

Keberadaan sumur bor juga dapat digunakan untuk kebutuhan air bersih. Namun karena belum adanya fasilitas bak penampungan membuat warga harus mengambil air menggunakan jerigen.

“Kendala saat ini sumur bor yang dibuat masih jauh dari perumahan warga dan belum ada bak penampungan, tahun depan warga akan swadaya membuatnya,” tegas Mustar.

Mustar, ketua kelompok tani Intan Jaya, Desa Banjarmasin, Kecamatan Penengahan memperlihatkan salah satu titik sumur bor untuk lahan pertanian [Foto: Henk Widi]
Ngadiman (60) salah satu petani di Desa Banjarmasin menyebut keberadaan sumur bor sangat membantu. Meski demikian kemarau yang masih terjadi membuatnya mengurungkan niat untuk menanam jagung.

Disebutkan, keberadaannya dalam kondisi musim kemarau dapat digunakan pada areal lahan sawah yang dekat dengan lokasi sumur bor.

“Idealnya satu sumur bor dapat untuk mengairi lahan seluas lima hektare lebih, namun belum adanya saluran irigasi membuat penyaluran air terkendala,” beber Ngadiman.

Penggunaan selang serta mesin pompa untuk lokasi yang jauh diakuinya masih disediakan secara swadaya oleh petani yang memiliki modal cukup. Meski demikian ia menyebut keberadaannya sangat membantu.

Lihat juga...