Sutopo: 26 Negara Menawarkan Bantuan kepada Indonesia

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

242
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Ranny Supusepa

JAKARTA — Pemerintah Indonesia telah memutuskan menerima bantuan dari dunia internasional untuk pemulihan Kota Palu, Donggala dan wilayah lain, pascagempa bumi 7.4 SR dan diikuti gelombang tsunami Jumat kemarin. Namun, bantuan tersebut hanya terbatas pada enam jenis kebutuhan yang bersifat umum.

“Pemerintah Indonesia berbuka untuk menerima bantuan international, dan menekankan saat ini hanya butuh 6 bentuk kebutuhan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Diuraukan, bantuan yang diterima yakni Air Transportation (transportasi udara), Tent (Tenda), Water Treatment (Pengolahan Air ), Generator, Field hospital (Rumah Sakit Lapangan) dan Fogging.

Sutopo mengungkapkan hingga saat ini sudah ada 26 negara dan 2 Organisasi Internasional yang telah menawarkan bantuan. Diharapkan semua bantuan harus self supporting dan sebisa mungkin tidak membebani tuan rumah.

“Air transportation atau pesawat udara menjadi prioritas dari semua bentuk bantuan, dan ini sebisa mungkin untuk tidak membebani kita dalam menyalurkan bantuan yang diberikan oleh negara lain,” sebutnya.

Sutopo mengakui hingga saat ini empat hari pasca gempa dan tsunami masih ada daerah yang belum menerima bantuan, hal ini disebabkan luasnya wilayah yang terkena dampaknya.

“Kita akui hingga saat ini masih banyak daerah yang belum menerima bantuan, disebabkan sulitnya wilayah yang dilalui karena rusaknya infrastruktur. Seperti, jalan, listrik komunikasi dan lain-lain, kita tetap terus berusaha untuk bisa menjangkau daerah yang belum menerima bantuan,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...