Tahan Penyakit, Pisang Tanduk Jadi Pilihan Petani

Editor: Mahadeva WS

211
Pisang tanduk milik Juhari,warga Desa Padan,Kecamatan Penengahan,Kabupaten Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]

LAMPUNG – Musim kemarau di Lampung Selatan, berimbas aktivitas pertanian, khususnya budi daya pisang. Tanaman pisang mengalami kekeringan sehingga menjadikan petani memilih jenis yang tahan dengan kondisi kering.

Juhari (60), warga Desa Padan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan menyebut, menanam pisang jenis pisang janten, kepok, raja nangka, Ambon, serai dan tanduk. Penanaman dilakukan dengan sistem multy purpose tree system (MPTS), atau bersama tanaman peneduh.

Selama kemarau pisang yang ditanam mengalami penyakit layu daun (fusarium) bahkan mati. Tanaman pisang jenis kepok, raja nangka yang terimbas penyakit layu fusarium, dimusnahkan dengan cara dibakar, agar penyakitnya tidak menular ke tanaman lain. “Selama kemarau sebagian tanaman yang terkena layu fusarium langsung dimusnahkan, jenis pisang tanduk termasuk salah satu pisang yang tahan penyakit dan memiliki harga cukup tinggi,” terang Juhari, saat ditemui Cendana News, Jumat (5/10/2018).

Selain tahan penyakit, pisang tanduk memiliki harga yang lumayan mahal, di kisaran Rp20.000 hingga Rp25.000. sementara untuk jenis lain seperti pisang ambon dan janten, hanya laki Rp10.000 hingga Rp15.000.

Pisang tanduk ditanam dengan sistem memencarkan anakan dari induk, untuk mengurangi jumlah rumpun pisang yang ditanam. Pemencaran bibit juga membantu meminimalisir sumber penyakit, yang bisa muncul akibat kebersihan kebun tidak terjaga.

Penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh jamur, diminimalisir dengan menaburkan kapur. “Jenis tanaman pisang, selain pisang tanduk kerap tumbuh dengan rumpun yang banyak, sehingga rentan penyakit, tetapi pisang tanduk kerap tumbuh satu batang saja sehingga lebih tahan penyakit,” jelas Juhari.

Pertumbuhan tanaman pisang tanduk yang hanya maksimal dua batang disetiap rumpun, membuat proses perawatan lebih mudah dilakukan. Sehingga kesehatan tanaman lebih terjaga. Jenis pisang tanduk brayut, kerap berbuah hingga empat sisir dengan buah mencapai lima hingga enam buah.

Penanaman pisang tanduk dilakukan bersama dengan tanaman cengkih dan kakao. Tanaman pisang ikut menjadi peneduh bagi tanaman kakao, terutama saat musim kemarau. Buah pisang tanduk, biasa dipesan pembuat makanan tradisional jenis keripik pisang. Keripik pisang tanduk memiliki ciri khas lebih panjang, dibandingkan keripik pisang jenis lain. “Ketika jenis pisang lain sebagian kurang produktif, pisang tanduk masih tetap bertahan bahkan tahan penyakit,” tambah Juhari.

Pemanenan pisang tanduk, dilakukan di usia delapan hingga sembilan bulan, sejak ditanam. Perawatan cukup mudah, untuk pemupukan memanfaatkan pupuk kotoran ternak yang mudah didapatkan.

Baca Juga
Lihat juga...