Tak Ada Pengusiran Relawan BPBD, Hanya Relokasi Tempat

Editor: Satmoko Budi Santoso

161

JAKARTA – Di media sosial, beredar viral video dan berita mengenai pengusiran tenda-tenda relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di halaman Kantor Bappeda Kota Palu.

Berita yang beredar, Kepala Bappeda mengusir para relawan BPBD agar pindah ke tempat lain dengan beberapa alasan. Dalam berita tersebut ada peristiwa kehilangan laptop di kantor Bappeda.

“Saya telah mengonfirmasi hal itu kepada beberapa pihak. Ternyata bukan diusir tetapi direlokasi atau dipindahkan ke halaman Kantor BPBD agar memudahkan koordinasi. Halaman kantor Bappeda akan dibersihkan dan digunakan untuk apel ASN (Aparatur Sipil Negara),” tegas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Sutopo menyebutkan, beberapa relawan mendirikan tenda di halaman Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah. Di bagian belakang kantor Bappeda adalah relawan dari BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan. Mereka mendirikan dapur umum.

Sedangkan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, BPBD Bolsel dan BPBD Bitung, berada di halaman depan Kantor Bappeda. “Selain itu juga ada beberapa relawan lainnya. Mereka mendirikan tenda di halaman kantor Bappeda dan melakukan bantuan penanganan bencana sejak H+3 gempa dan tsunami,” sebutnya.

Menurut informasi dari BPBD Provinsi Sulteng, terjadi kehilangan barang milik Bappeda. Pascagempa memang kondisi keamanan dan ketertiban di sebagian Kota Palu terganggu, khususnya hingga H+2 (30/9/2018), kondisi keamanan dan lingkungan di Kota Palu memang rawan. Aparat polisi telah menangkap beberapa pencuri yang melakukan tindakan kriminal.

“Justru adanya kehadiran relawan sejak H+3 dengan mendirikan tenda-tenda dan lainnya ikut menjaga lingkungan kantor Bappeda dari aksi oknum yang melakukan tindakan kriminal. Karena kita ketahui pascagempa kondisi kantor kosong karena pegawainya tidak masuk kantor,” ungkapnya.

Terkait dengan kehilangan barang tersebut, Kepala Bappeda sudah melapor ke Gubernur dan menjelaskan tentang kehilangan aset kantor. Sehingga diambil keputusan untuk mengosongkan halaman halaman Kantor Bappeda.

“Selanjutnya BPBD Provinsi Sulteng sudah mengajak para relawan dari BPBD Provinsi Sulut dan Bolsel untuk bergeser ke halaman kantor BPBD Provinsi Sulteng,” ujarnya.

Gubernur Sulawesi Tengah, lanjut Sutopo, juga membantah adanya berita dan video tersebut, mengatakan tidak ada istilah diusir. Yang benar adalah meminta Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengatur dan merelokasi semua relawan BPBD yang ada di kantor Bappeda. Direlokasi ke kantor BPBD Provinsi Sulteng karena kantor Bappeda akan dipakai para ASN yang sudah mulai aktif sejak 8 Oktober 2018.

“Kantor Bappeda akan dibersihkan dan dirapikan lagi karena dampak pascagempa dan tsunami belum dibersihkan dan lainnya. Selain itu sejak ASN aktif, maka semua ASN Bappeda harus apel dan masuk kerja. Tentu kegiatan mereka akan mengganggu kenyamanan relawan,” jelasnya.

Lebih jauh Sutopo mengatakan, perintah Gubernur Sulteng tersebut kemudian disampaikan Kepala BPBD Sulteng kepada koordinator relawan yang menginap di halaman kantor Bappeda.

Bahkan Gubernur Sulteng mengucapkan terima kasih atas dukungan, bantuan dan peran aktif relawan BPBD se-Indonesia yang memang hadir ke Palu dan daerah terdampak bencana membantu korban bencana.

Panggilan kemanusiaan untuk membantu masyarakat Sulteng yang tertimpa bencana benar-benar diperlukan oleh masyarakat. Gubernur Sulteng dan masyarakat Sulteng mengucapkan terima kasih kepada relawan dan semua pihak yang terlibat dalam penanganan bencana di Sulteng.

“Jadi tidak ada pengusiran. Hanya pengaturan dan relokasi tempat tenda relawan saja. Adanya miss communication dalam penyampaian informasi sering terjadi di tempat bencana karena kondisi sudah lelah, kurang istirahat dan banyak keterbatasan. Tapi semuanya sama, memiliki niat baik untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...