Tanggap Darurat Banjir Pasaman Barat Tujuh Hari

136
Ilustrasi- Dok CDN

SIMPANG EMPAT – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), mengumumkan masa tanggap darurat bencana banjir di daerah itu adalah tujuh hari.

“Sesuai persetujuan bupati, maka tanggap darurat selama tujuh hari diberlakukan sejak 11 Oktober sampai 18 Oktober 2018,” kata Kepala Badan Perencanaan Daerah (BPBR) Pasaman Barat, Tri Wahluyo, Sabtu (13/10/2018).

Bencana banjir sejak Kamis (11/10/2018) merupakan banjir terbesar, yang pernah terjadi di Pasaman Barat. Banjir terjadi serentak di 11 kecamatan yang ada di daerah tersebut. “Saat ini di beberapa titik lokasi banjir tim gabungan BPBD, Basarnas, PMI, TNI, Polri dan masih mengevakuasi terhadap korban banjir. Evakuasi secara swadaya dari masyarakat juga terus dilakukan,” tambahnya.

Hingga Sabtu (13/10/2018) pagi, sejumlah lokasi banjir sudah mulai surut. Hujan juga sudah mulai berhenti. Masyarakat saat ini juga sudah mulai berupaya menyelamatkan rumah dan harta yang bisa diselamatkan. “Memang di sejumlah titik lokasi banjir sudah mulai surut seperti di wilayah Jambak,” ujarnya.

Sementara itu, banjir di Batang Saman, yang sempat membuat arus transportasi terputus selama dua hari, saat ini arus tranportasi sudah mulai lancar. Data sementara, lebih dari 1.000 rumah terdampak banjir. Begitu juga lahan pertanian yang rusak lebih dari 1.000 hektare. “Masyarakat di Tanjung Pangkal, Batang Saman, Koto Sawah Ujung Gading, Lubuk Gobing dan daerah lainnya masih mengungsi karena rumahnya masih tergenang air,” sebutnya.

Data sementara menyebut, kerugian akibat banjir mencapai miliaran rupiah. Rumah yang rusak ada ratusan. Selain itu juga di sejumlah titik longsor terjadi seperti di Talamau, Kinali, Air Bangis dan Muaro Kiawai. “Mudah-mudahan cuaca kembali baik dan air susut. Bantuan dari berbagai pihak juga sudah mulai mengalir,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...