Tembus Rp15.133, Dikhawatirkan Sektor Rumah Tangga Turut Beli Dolar

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

143
Imam T Saptono. Foto : Sri Sugiarti

JAKARTA — Pengamat Ekonomi, Imam T Saptono mengingatkan pemerintah untuk membatasi penukaran ke mata uang dolar AS menyusul saat ini rupiah sudah menembus angka Rp 15.133 per dolar AS.

“Dikhawatirkan sektor rumah tangga turut menukarkan tabungannya ke dolar. Ini berbahaya dan harus diredam,” sebutnya saat ditemui Cendana News di Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Diterangkan, jika tidak diredam dapat berdampak pada isu sentimen politik dan lainnya. Pemerintah harus berani mengambil keputusan untuk membatasi jumlah tukar dolar.

“Tapi tentunya harus sepakat dulu angka psikologisnya pada level berapa,” tambahnya.

Ia juga mengatakan, nilai tukar rupiah yang menembus level Rp 15.133 per dolar Amerika Serikat (AS) masih dalam batas wajar karena didorong oleh transaksi sektor riil.

Bertenggernya rupiah pada level Rp 15.000 terjadi pada bulan September 2018. Dimana pada bulan berikutnya sebut dia, adalah periode pembayaran baik untuk barang impor dan lainnya. Dan rata-rata dunia usaha akan stok USD di triwulan IV, yakni biasanya bulan Oktober, November dan Desember.

“Kenaikan nilai tukar rupiah masih dalam batas wajar, masih didorong keperluan transaksi riil. Ini bisa dicegah karena biasanya pada triwulan keempat ini dipakai orang untuk bayar tagihan, terutama tagihan impor yang berbasis USD,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...