Tertekan Penguatan Dolar, Harga Emas Turun

148
Dolar Amerika Serikat - Ist/Dokumentasi CDN

CHICAGO – Emas berjangka di divisi COMEX, New York Mercantile Exchange, berakhir lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat (12/10/2018) waktu setempat atau Sabtu (13/10/2018) WIB. Kondisi tersebut dipengaruhi nilai dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat.

Tercatat saham-saham AS bergerak naik, setelah mengalami penurunan selama dua hari. Penurunan tersebut mendorong investor memburu aset-aset safe-haven logam mulia. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, turun 5,6 dolar AS atau 0,46 persen, menjadi ditutup pada 1.222,00 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, menguat 0,21 persen menjadi 95,24 pada pukul 19.10 GMT. Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat, maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS, menjadi lebih mahal bagi investor, yang menggunakan mata uang lainnya.

Sehari sebelumnya, emas berjangka melonjak hampir tiga persen, karena statusnya sebagai salah satu aset safe-haven, menarik minat investasi di tengah penurunan tajam saham-saham AS. Indeks-indeks saham utama AS bergerak lebih rendah lagi pada Kamis (11/10/2018), dan gagal pulih dari penurunan yang terjadi Rabu (10/10/2018).

Di tengah pasar saham global yang menderita penurunan luas pada perdagangan Kamis (11/10/2018). Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 2,9 sen atau 0,2 persen, menjadi menetap di 14,635 dolar AS per ounce.

Platinum untuk penyerahan Januari 2019 turun 6,6 dolar AS atau 0,78 persen, menjadi ditutup pada 840 dolar AS per ounce. Saham-saham di Wall Street berbalik naik atau rebound pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 287,16 poin atau 1,15 persen, menjadi ditutup di 25.339,99 poin. Indeks S&P 500 bertambah 38,76 poin atau 1,42 persen, menjadi berakhir di 2.767,13 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 167,83 poin atau 2,29 persen lebih tinggi, menjadi 7.496,89 poin.

Di sisi pelaporan laba emiten, J.P. Morgan Chase melampaui ekspektasi para analis untuk laba dan pendapatan kuartal ketiga pada Jumat (12/10/2018), karena hasil perbankan ritel yang lebih baik dari perkiraan mengimbangi pelemahan dalam perdagangan obligasi. Bank AS terbesar berdasarkan aset itu melaporkan, pendapatannya naik 5,0 persen menjadi 27,82 miliar dolar AS dan laba per sahamnya meningkat 33 persen menjadi 2,34 dolar AS. Wells Fargo melaporkan pendapatan 21,9 miliar dolar AS dan laba bersih per saham 1,13 dolar AS, keduanya mengalahkan ekspektasi para analis.

Citigroup juga melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan tetapi pendapatannya lebih rendah dari perkiraan. Pada kuartal ketiga, laba per saham Citigroup mencapai 1,73 dolar AS dengan pendapatannya 18,39 miliar dolar AS. Para investor memperkirakan musim pelaporan laba perusahaan-perusahaan yang kuat lainnya. Di sisi ekonomi, pengukur sentimen konsumen awal Universitas Michigan untuk Oktober mencapai 99,0, lebih rendah dari perkiraan para analis sebesar 100,4.

Saham-saham AS jatuh dalam dua sesi sebelumnya, menderita kerugian tajam yang dipicu oleh kenaikan suku bunga baru-baru ini dan penjualan saham-saham teknologi. Ketiga indeks utama, Dow, S&P 500 dan Nasdaq, telah kehilangan lebih dari 5,0 persen penurunan pada Rabu (10/10/2018) dan Kamis (11/10/2018). (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...