The Origin of Santet, Ilmu Hitam yang Mematikan

Editor: Satmoko Budi Santoso

211

JAKARTA – Santet sudah sering diangkat ke film layar lebar. Seperti di antaranya, Santet (1988), Musnahkan Ilmu Santet (1989), Santet Kuntilanak (2012), Kutukan Arwah Santet (2012), Algojo: Perang Santet (2016).

Kini ilmu hitam tersebut kembali difilmkan dengan judul ‘The Origin of Santet’. Berkisah tentang ilmu hitam yang sangat mematikan.

Film ini diawali dengan adegan Dharma (Ray Sahetapy) yang tampak begitu merasa kesakitan  sampai tak tertahankan hingga kemudian bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari rumah di tingkat atas.

Karena Darma meninggal, Rendy (Marcelino Lefrandt) pulang ke Indonesia dengan mengajak serta istrinya Laura (Kelly Brook) dan kedua anaknya, Aliyah (Jazz Ocampo) serta Kelly (Bali Curtain).

Saat pertama kali melihat rumah, istri dan kedua anak Rendy tampak gembira karena memang terlihat indah dan nyaman. Tapi kegembiraan mereka sontak berubah jadi kengerian ketika melihat Ibu Rendy tiba-tiba bersikap aneh hingga tidak bisa bicara. Bahkan, Ibu Rendy kemudian muntah dan mengeluarkan beling disertai darah dari mulut.

Setelah itu, Ibu Rendy melompat dari ketinggian hendak mengakhiri hidup. Hal ini persis terjadi pada Ayah Rendy yang meninggal sebelumnya dengan cara yang sama. Namun, kondisi Ibu Rendy masih bisa diselamatkan dengan secepatnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif. Walau Rendy tahu penyakit yang dialami ibunya itu akibat santet, yang tentu di luar penanganan medis.

Karena Ibu Rendy dirawat di rumah sakit, Rendy pun jadi sering bolak-balik antara rumah dan rumah sakit, yang membuat ia jarang bertemu dengan istri dan kedua anaknya. Rendy tipe anak yang sangat berbakti pada ibunya. Segala perhatian ia curahkan sepenuhnya pada perempuan yang melahirkan dan membesarkan dirinya.

Sementara itu keadaan di rumah sudah mulai terasa janggal. Mulai dari Aliyah yang melihat sosok neneknya di kamar, padahal neneknya sedang dirawat di rumah sakit. Begitu juga dengan Laura, sang ibu, yang merasakan ada yang sedang meneror dirinya.

Fatma (Ayu Dyah Pasha), sebagai salah satu pembantu di rumah Rendy mencurigai bahwa memang ada yang tak beres dengan keluarga ini. Ia mencurigai bahwa ada orang jahat yang menggunakan santet untuk mencelakai keluarga Rendy.

Laura yang diberitahu oleh Fatma pun mulai mencari-cari informasi tentang santet di internet untuk menemukan kebenaran dari misteri ilmu hitam itu.

Teror demi teror mengerikan terjadi terhadap keluarga Rendy. Mereka mengalami halusinasi melihat hal-hal gaib dan satu persatu diteror secara fisik: dari perut keluar rantai, muntah kaca dan lebam-lebam di tubuh istrinya.

Film ini tegang dan mencekam dari awal hingga akhir. Sutradara Helfi Kardit mampu menggarap dengan cukup baik. Film ini berbeda dengan film-film bertema santet sebelumnya, karena melibatkan artis luar negeri yakni Kelly Brook, yang pernah membintangi film box office Hollywood berjudul ‘The Italian Job’ pada tahun 2003.

Kelly juga dikenal sebagai model untuk majalah dewasa. Hal ini mengingat film ini produksi kerja sama tiga negara: Indonesia (Skylar Pictures), Filipina (GMA Films) dan Kanada (The Annex Entertainment).

Akting Marcelino Lefrandt tampak masih terlihat kaku, apalagi dialognya menggunakan bahasa Inggris yang membuatnya tampak semakin kurang nyaman. Marcelino tak mampu menjalin chemistry dengan Kelly Brook.

Sedangkan Kelly Brook juga masih terlihat kaku karena mungkin berhadapan dengan cerita santet yang kurang akrab dengan dirinya. Kelly menunjukkan keseksian tubuh saat karakter yang diperankan tampak legam-legam hitam mulai terjangkit kena santet.

Kemunculan Ayu Dyah Pasha seperti menyelamatkan film ini. Aktingnya memang gemilang. Bahkan Fatima, karakter yang dimainkan menjadi kunci film ini. Bahkan bisa dibilang Ayu tampil begitu mengejutkan.

Begitu juga kemunculan Ray Sahetapy di awal film ini, meski tampil hanya sebentar dengan beberapa scene saja dan minim dialog, tapi tampil begitu melekat dalam ingatan penonton. Ray bisa dibilang mencuri perhatian penonton. Akting gemilang dan pengalamannya malang melintang dalam dunia perfilman menjadikan Ray memang tetap diperhitungkan.

Film ini mengingatkan kita untuk tidak main-main dengan ilmu hitam, yang tentu jauh dari ajaran agama karena ilmu hitam bersifat mematikan. Ilmu yang memang bertujuan untuk menghancurkan musuh, seperti di antaranya, agar musuhnya lumpuh, muntah darah, gila, rumah tangganya hancur, usahanya bangkrut, hingga kematian yang penuh penderitaan.

 

Baca Juga
Lihat juga...