Tidak Ada Warga Malaysia Jadi Korban Gempa Sulteng

174
Kapal Sabuk Nusantara 39 yang terbawa gelombang tsunami di Sulteng - Foto BNPB.go.id

JAKARTA – Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta memastikan, tidak ada warga negara Malaysia yang menjadi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pihak kedutaan Malaysia telah berhasil menghubungi dua warganya, yang sebelumnya berada di Palu. “Keduanya dilaporkan dalam kondisi sehat,” bunyi pernyataan Kedutaan Besar Malaysia di akun media sosialnya, Senin (1/10/2018).

Dari konfirmasi yang dilakukan, seorang warga Malaysia diantaranya, telah dibantu proses kepulangannya ke Malaysia. Sementara satu orang lainnya, telah dibawa keluar dari wilayah terdampak gempa bumi. Kendati demikian, pihak Kedubes Malaysia terus menyediakan layanan kekonsuleran untuk kedua warganya tersebut.

Kedutaan Malaysia juga meminta, warga Malaysia lain segera melapor ke kedutaan, jika ada keluarga atau kerabat yang terdampak gempa bumi. Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Malaysia, Wan Azizah Wan Ismail, mengungkapkan kesedihannya, saat mendengar bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah. Terlebih bencana tersebut mengakibatkan ratusan orang menjadi korban.

“Malaysia akan membantu sedaya kami, untuk meringankan penderitaan saudara kita di sana. Terus kuat Indonesia,” tulis Wan Azizah dalam cuitan yang diunggahnya di akun @drwanazizah, Sabtu (29/8).

Dalam pernyataan lanjutannya, Wan Azizah selain menjanjikan akan memberikan bantuan sesuai kemampuan, juga meminta agar warga Indonesia terus kuat menghadapi cobaan bencana yang dialami. Pernyataan tersebut juga di mention ke akun media sosial Presiden Joko Widodo @jokowi.

Sebelumnya BNPB menyebut, seorang warga Malaysia termasuk dalam daftar lima Warga Negara Asing (WNA), yang belum diketahui kondisinya. BNPB melaporkan, ada 71 WNA, yang diketahui berada di Palu, Sulawesi Tengah, pada saat terjadi gempa bumi berkekuatan 7,4 SR, Jumat (28/9/2018). Sebagian WNA tersebut telah dievakuasi ke Jakarta, sementara puluhan lainnya telah diketahui keberadaannya dan dalam kondisi aman di Palu. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...