Tidak Miliki Ipal, Empat Pabrik di Kabupaten Bogor Disegel

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

299

BOGOR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Bogor menyegel empat pabrik yang diduga melakukan pelanggaran terkait instalasi pengolahan limbah (IPAL). Keempat pabrik itu berlokasi di Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri, dan di Desa Kembang Kuning, kecamatan Klapa Nunggal, Senin (1/10/2018).

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) Puarman mengaku saat penyegelan tidak ada media satu pun di lapangan dan pihaknya mengapresiasi langkah tegas DLH Kabupaten Bogor, dalam menindak pelaku pembuangan limbah industri di bantaran Sungai Cileungsi.

“Empat pabrik yang diduga menjadi dalang pencemaran di Sungai Cileungsi dan mendapat tindakan tegas DLH Kabupaten Bogor, adalah PT AIP dan PT HTI, berlokasi di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, sedangkan PT MGP dan PT FOTS, berlokasi di Desa Kembang Kuning, Klapa Nunggal,” papar Puarman mengaku mendampingi penyegelan itu, Senin (1/10/2018).

Penyegelan empat pabrik oleh DLH Kabupaten Bogor, pertama karena tidak memiliki izin IPAL, masa berlaku habis, dan dalam perbaikan. Atas hal itu, KP2C meminta perusahaan melakukan pengurusan kelengkapan surat perizinan hingga batas waktu tertentu.

“Pemerintah harus memberi batas waktu dalam pengurusan IPAL. Jika sampai waktu yang ditentukan belum selesai maka harus diberi tindakan hukum tegas,”paparnya.

Puarman, menambahkan atas nama KP2C berharap penyegelan berlangsung hingga keempat perusahaan benar-benar kembali patuh terhadap cara-cara pengelolaan limbah industri sesuai ketentuan berlaku.

Tim DLH Bidang Penataan Hukum dan Pemulihan Lingkungan DLH Kabupaten Bogor, saat melakukan penyegelan di lapangan. (Foto ist)

Menurutnya KP2C mendampingi langsung DLH Bogor melakukan penyegelan, terlihat seperti Komunitas Penggiat Alam Bebas Gunung Putri. Tetapi tidak ada satu pun rekan media yang ikut meliput.

Dia mengatakan, penyegelan empat pabrik penyebab pencemaran di sungai Cileungsi, dipimpin langsung, Kepala Bidang Penataan Hukum dan Pemulihan Lingkungan DLH Kabupaten Bogor, Budi Mulyawan.

Saat ini lanjut, Puarman, diketahui Kabupaten Bogor telah menerbitkan SK Bupati Bogor No. 660.31/671-LH tertanggal 28 September 2018 Tentang Pembentukan Tim Gabungan Penanganan Pencemaran Terhadap Sungai Cileungsi Tahun 2018.

“Melalui SK itu diharapkan mampu memecahkan dan mengurai persoalan dugaan pencemaran Sungai Cileungsi yang semakin meningkat dalam dua bulan belakangan,”ujarnya sambil mendorong DLH Bogor melibatkan insan pers untuk mengangkat soal pencemaran Sungai Cileungsi.

Baca Juga
Lihat juga...