Tiga Bulan Beruntun, Penjualan Otomotif Cina Melorot

136
Ilustrasi pabrik perakitan mobil - Foto istimewa

BEIJING – Penjualan mobil di Cina turun 11,6 persen, pada September 2018. Penurunan terjadi bila dibandingkan periode yang sama di 2017. Asosiasi Industri Cina menyebut, kondisi itu, menandai penurunan penjualan dalam tiga bulan berturut-turut, di pasar mobil terbesar di dunia.

Penjualan kendaraan turun menjadi 2,39 juta unit, di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat. Jumlah tersebut menyusul penurunan 3,8 persen pada Agustus dan penurunan 4,0 persen pada Juli. Kendati demikian, penjualan kendaraan sempat meningkat 4,8 persen di bulan Juni.

Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) mengatakan, keseluruhan penjualan pada sembilan bulan pertama tahun ini mencapai 20,49 juta kendaraan, naik 1,5 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Perlambatan ekonomi menjadi berita buruk bagi pabrikan mobil internasional, seperti General Motors hingga Toyota, yang memandang Cina sebagai sebagai penggerak pertumbuhan penjualan mobil di dunia.

Kondisi tersebut, menjadi peringatan, dampak perang dagang terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di negara Tirai Bambu itu. Di tengah perlambatan, diler-diler mobil Cina yang tertekan, meminta dorongan pemerintah untuk merevitalisasi pertumbuhan, karena khawatir penuruan ini akan terus terjadi.

Industri kendaraan di Cina juga mengalami perubahan aturan dalam satu dekade terakhir, yakni mengizinkan pabrikan mobil asing memiliki saham mayoritas pada usaha patungan lokal (joint venture). Perusahaan mobil mewah Jerman, BMW mengatakan, Kamis (11/10/2018), akan mengambil alih saham perusahaan lokal di Cina senilai 4,2 miliar dolar AS atau setara Rp63,9 triliun. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...